Langsung ke konten utama

MY BEST EXPERIENCE
Oleh: Adhelita Audina Pradanti

                Terlalu indah untuk ku lukiskan semua kisah yang telah aku jalani di sekolah selama ini. Semua indah, meski terkadang ada sesuatu yang tidak ku harapkan.
                Disinilah aku belajar segalanya, mulai dari hal terkecil hingga hal terbesar pun aku pelajari disini. Berbagi bersama sahabat, itulah hal terindah. Saling mempelajari kepribadiannya, aku suka. Ya, terkadang memang aku dihadapkan pada satu atau lebih hal yang membuatku jenuh, tapi tidak masalah. Semua tertutup oleh indahnya hari yang ku jalani.
                Mereka mengajariku arti sebuah persahabatan, kasih sayang dan ketulusan. Mereka juga mengajariku tentang sebuah arti persaingan yang sesungguhnya. Semua ku dapatkan berawal dari ketulusan mereka bersamaku. Beribu kisah ku jalani bersamanya, segala suka, duka, tawa dan air mata telah kita lalui bersama.
                Tak hanya mereka, aku pun belajar banyak tentang suatu hal yang sama sekali aku tak pernah tahu akan hal itu. Mereka yang memperkenalkanku pada dunia, mereka yang membuka mataku pada megahnya dunia dan merekalah yang mengajariku arti sebuah kesuksesan dan arti sebuah tujuan hidup.
                Dalam sunyi, aku termenung, mengingat semua kata yang terlontar dalam setiap bibirnya. Memaknainya, memahaminya dan mencoba menanamkannya dalam memori dan jalan hidupku. Mereka tak pernah lelah, tak pernah jenuh, bahkan tak hentinya memberikan apa yang dapat diberikan untukku meski aku mecoba mengecewakannya. Betapa tulusnya mereka, semua pengabdiannya mereka kerahkan untukku yang mungkin tak dapat berterima kasih. Ya, mereka adalah guruku yang kebaikannya tak dapat ku bandingkan dengan sesuatu yang terbaik di dunia ini sekalipun.
                Semua ilmunya, membuatku mengerti arti sebuah hidup. Hidup yang semakin sulit dan hidup yang semakin mudah. Aku tak tahu bahkan tak mengerti bagaimana aku bisa membalasnya saat aku sukses nanti. Mungkin aku tak mampu menjadi seperti mereka yang ketulusan dan kasih sayangnya begitu ikhlas dan bermakna. Tak mudah memang mengikhlaskan pada sebuah pengabdian hidup, namun begitulah yang mereka jalani sekian tahun. Dan aku, aku yang menjadi objek pengabdian mereka seperti merasakan apa yang mereka rasa.
                Mengagumi seseorang adalah hal yang terindah dan sangat terindah dalam kisah hidup yang ku jalani. Dia, seorang yang mampu membuat hari-hariku bagai pelangi. Terasa duniaku teralihkan saat aku mengingatnya. Tak dapat dihindari memang kisah seperti ini. Jantung terasa berdegup semakin kencang saat menatapnya dan seolah waktu membisu saat dia mulai berbicara. Inilah nikmat Tuhan yang dikirimNya untuk melengkapi hariku. Semangat untuk menuntut ilmu, salah satunya pun karena dia, dialah yang memberiku arti mencintai dan menyayangi. Waktu hampa saat sehari wajahnya tak tampak di hadapan. Namun, tak selalu suka yang aku rasakan, terkadang duka ku rasakan juga, tapi itu semua tak menjadikanku jatuh atau bahkan terpuruk dalam kesedihan karena aku selalu ingat akan semua tujuan hidupku yang harus aku tempuh dan aku percaya, Tuhan selalu memberi jalan yang terbaik.
                Berbagai kegiatan ku lakukan bersama mereka, orang-orang yang telah banyak mengajariku tentang arti sebuah perjalanan hidup.
Hening, air mata mengalir lembut di wajahku. Mengingat  mereka yang akan ku tinggalkan. Mau tak mau, aku harus akan meninggalkan semua kisah indah bersamanya. Aku dan mereka harus melanjutkan hidup untuk menuju kesuksesan. Namun satu hal yang tak akan pernah bisa terhapus dalam memori  tentang semua yang telah mereka berikan, lakukan dan perjuangkan untukku.
                Disinilah aku belajar, disinilah aku mengerti, disinilah aku memahami, disinilah aku memaknai, dan disinilah aku mengaplikasikan, inilah sekolah, yang telah banyak, sangat banyak memberiku pengalaman hidup yang terlalu berharga untuk ku hapus dalam goresan cerita hidupku. Dan kini, aku mengerti, SEKOLAH ADALAH PENGALAMAN TERBAIKKU.
                

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...