gemericik hujan tadi malam mengantarkanku pada keheningan malam yang kian mengaung aromanya yang khas menemaniku dalam kesunyian denting waktu terdengar nyata seolah mengajakku bergurau tunduk wajahku meresapi hawa yang dibawa hujan sedari senja menghempas perlahan seluruh asaku angin menerpa pepohonan seolah mengajakku menari bersama melupakan aku dari mimpi kosong dan warna semu tapi aku tak kuasa menggerakkan tubuhku dengan lincah semuanya jatuh, semua yang dulu aku rakit hingga mencapai langit kini berguguran satu demi satu biarkan aku berdiri di tengah hujan, bahkan badai sekalipun biar mereka tak pernah tahu air mata yang kian lama tertahan di kelopak mata apalah arti sebuah mimpi jika itu kosong, apalah arti sebuah harapan sang melankolia yang mungkin lemah tersentuh relungnya aku rindu menatap bintang yang tak jemu menemani bulan aku rindu memanjakan telingaku mendengar sajak indah hatimu aku rindu tatapan sendu matamu menyongsong jauh ke dalam hatiku...
bukan aku menyerah atas semua yang telah aku perjuangkan selama ini.. tapi, ketika cinta itu menuju rumahnya maka ia akan pulang dengan atau tanpa harapan