Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

HEI, MELANKOLIA

gemericik hujan tadi malam mengantarkanku pada keheningan malam yang kian mengaung aromanya yang khas menemaniku dalam kesunyian denting waktu terdengar nyata seolah mengajakku bergurau tunduk wajahku meresapi hawa yang dibawa hujan sedari senja menghempas perlahan seluruh asaku angin menerpa pepohonan seolah mengajakku menari bersama melupakan aku dari mimpi kosong dan warna semu tapi aku tak kuasa menggerakkan tubuhku dengan lincah semuanya jatuh, semua yang dulu aku rakit hingga mencapai langit kini berguguran satu demi satu biarkan aku berdiri di tengah hujan, bahkan badai sekalipun biar mereka tak pernah tahu air mata yang kian lama tertahan di kelopak mata apalah arti sebuah mimpi jika itu kosong, apalah arti sebuah harapan sang melankolia yang mungkin lemah tersentuh relungnya aku rindu menatap bintang yang tak jemu menemani bulan aku rindu memanjakan telingaku mendengar sajak indah hatimu aku rindu tatapan sendu matamu menyongsong jauh ke dalam hatiku...

PELANGI DI MUSIM KEMARAU

cahaya yang redup lukiskan rona awan gulita bintang menutup dirinya atas semburat kilau mentari hujan semalam membawa semua harapan yang hampir menyentuh mega kini, harap itu telah mengalir menuju akhir yang akan membawanya dan menjadikannya sebuah harapan yang benar-benar semu cerita tentangmu memang tak pernah ada habisnya, selalu mengalir dan terus melaju namun cerita tentang hatiku ? aku tak pernah tahu akankah selamanya dapat aku toreh dengan pena hitam dalam kertas putih sebuah liku yang tak pernah aku tahu kemana tujuannya dan aku tak pernah sadari itu lalu, hiasan itu berbalik membelakangi gantungan ayunan yang dulu pernah ada, mungkin kini rapuh gemuruh semakin lantang berbunyi kilatan listrik semesta menjadi saksi atas suara dalam sanubari mengeluarkan batu yang tersisa dan itu terlalu perih untuk dirasakan hingga alam bercerita tentang kisah menanti pelangi di musim kemarau

HUJAN DAN AWAN

tentang hujan,  sebuah cerita yang teduh setiap butirnya melukiskan keabadian menghantarkan kedamaian bagi alam dan seisinya menyuburkan kembali jiwa yang kering tentang hujan,  sebuah cerita yang tak pernah ada habisnya membahagiakan aku, bermain bersama runtuhnya air dari awan awan tempat hujan itu berkumpul yang akhirnya jatuh basahi bumi hujan tak pernah bertanya pada awan mengapa ia harus jatuh ke bumi karena hujan tahu bahwa disanalah tempatnya berteduh meski ia meneduhkan, tapi hujan juga butuh tempat untuk berteduh dan aku tetaplah menjadi aku, sementara kamu aku tak pernah tahu bagaimana kamu sesungguhnya aku tak bisa menjadi hujan dan kamu pun takkan bisa menjadi awan bagiku bayangmu semakin jauh bahkan hampir hilang seiring harapanku yang kini telah aku coba letakkan perlahan dalam kotak kenangan sekuat tenaga dalam hati, aku memupuk harapanku untuk dapat mengubah imajinasi ini tapi… apalah daya, aku hanya wanita yang lemah akan se...

ATAP CERITA

sekian lama aku lalui jalur kehidupan, selama itu pula berjuta hal dapat aku pelajari dan tak sedikit pula aku pahami dengan beragam karakter manusia yang menjadi tokohnya sejatinya, hidup adalah bagaimana aku sanggup bertahan bersama orang-orang yang aku suka dan tidak suka sekalipun bagaimana aku mampu menerima mereka, entah mereka yang siap dengan batu dalam kepalannya atau mereka yang siap dengan bunga dalam kepalannya Tuhan telah menciptakan semua begitu indahnya, hanya bagaimana aku mampu menikmati dengan caraku sendiri Mereka Tuhan ciptakan bukan semata hanya sebagai crayon hidupku, tapi bagaimana aku mampu menerima dan menghadapinya dengan baik karena pasti terselip rasa tidak tertarik pada sebagian mereka aku berusaha untuk selalu mengerti bagaimana karakter mereka dan bagaimana aku harus menghadapinya, tak jarang aku merasa gejolak batin merenta menolak semua, namun aku selalu sebut namaNya saat semua terjadi karena aku percaya, Tuhan pasti menyelipkan kebaik...