untuk apa kembali lagi, kembali disaat semua sudah hampir tersusun rapi sadarkah bahwa kita hidup bukan di negeri dongeng, negeri dimana apapun yang kita mau bisa kita dapatkan, kapanpun dan bagaimanapun sadarkah yang kau hadapi itu manusia, dimana manusia itu punya perasaan, hati kecil yang bisa kapan saja berubah tergantung bagaimana dia dihadapkan pada sebuah cerita kemana kamu dulu, menghilang begitu saja disaat aku benar-benar mencintaimu, disaat aku meyakini bahwa kamu segalanya batu yang sebegitu kerasnya saja bisa hancur oleh hujan yang terus menerjangnya, apalagi aku, manusia dengan hati kecil yang sangat mudah rusak, dan bagai hujan kau rusak semuanya ya, kau memang seperti hujan, hadir tak menentu, dan sekalinya hadir pun untuk pergi kembali, dan entah kapan lagi kembali, mungkin lupa kembali kau yang dulu ku kira matahari, ternyata hanya sebuah pelangi, yang hadir dengan segala warna yang indah namun hanya sesaat sebenarnya, kau tak perlu menjauh karena aku...
bukan aku menyerah atas semua yang telah aku perjuangkan selama ini.. tapi, ketika cinta itu menuju rumahnya maka ia akan pulang dengan atau tanpa harapan