ketika alam masih terlelap, mereka telah bersiap menyambut matahari menyongsong hari demi rupiah yang tak seberapa melawan kerasnya lalu lintas kokohnya batin sudah menjadi miliknya air mata tak lagi ada harganya untuk mereka, bahkan mengingatnya pun mungkin tidak langkah kakinya yang gontai melaju berputar serangkaian detak jam di dinding putih wajah lusuh tak lagi dihiraukannya, baginya adalah bagaimana mereka mampu bertahan hidup dalam dunia yang memojokkannya saat empati manusia mulai terkikis, senyumnya tak pernah hilang memancarkan rona kebahagiaan meski alam mengetahui bahwa jauh di dalam hatinya mereka menangis, meronta berharap kesejahteraan ketegaran mereka melukiskan cerita keras garis kehidupan yang jauh di pandangan mata yang bahkan tak pernah terbesit di pikiran kita beragam kesulitan telah mereka lalui dan kesulitan lain yang akan menemaninya entah sampai kapan kekuatan hatinya memacu untuk tetap bertahan dalam garis kehidupan yang sebenarnya s...
bukan aku menyerah atas semua yang telah aku perjuangkan selama ini.. tapi, ketika cinta itu menuju rumahnya maka ia akan pulang dengan atau tanpa harapan