Dear Ibu... Matahari yang tegas menunjukkan dirinya pun takkan mampu mengalahkan kehangatan tangan lembutmu Angin yang berhembus pun takkan mampu membawa pergi kasihmu meski aku tak selalu menjadi apa yang Ibu inginkan Namun Tuhan selalu bersama janjiNya bahwa ketika aku dalam kandunganmu dulu, aku terlalu takut untuk menatap dunia, namun Tuhan menjanjikan bidadari yang akan selalu menemaniku bahkan merelakan nyawanya demi aku sekalipun. Ketika itu pula, aku percaya bahwa Tuhan tak pernah ingkar dengan semua janjiNya bahkan hingga saat ini aku merasakan pembuktianNya Dear Ibu... Sesungguhnya setiap kali hadir tanggal 24 September aku bimbang haruskah aku bahagia atau bersedih ? Ya, aku bahagia karena pada tanggal itu Ibu merasakan hari dimana semua terasa lebih istimewa, tapi di lain hal aku bersedih karena sesungguhnya aku belum siap melihat rambutmu memutih perlahan, kulitmu tak sekencang dulu, dan terlebih aku terlalu takut kehilangan untuk tidak bersama lagi dengan bidad...
bukan aku menyerah atas semua yang telah aku perjuangkan selama ini.. tapi, ketika cinta itu menuju rumahnya maka ia akan pulang dengan atau tanpa harapan