Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

PENGHARGAAN ABADI

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ? ketika menangis ? ketika membayangkan ? itu karena hal terindah di dunia ini tak pernah terlihat ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh dalam keanehan serupa yang dinamakan cinta ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan suatu awal kehidupan baru kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari, dan mereka yang telah mencoba karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata, dan kamu masih peduli terhadapnya adalah ketika dia tidak pernah memedulikanmu, dan kamu masih menunggunya dengan setia adalah ketika dia mulai mencintai orang lain, dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata “aku turut berbahagia untukmu” apabila ci...

TIME OF YOURS, BESTIES

cepatnya sang waktu berlari tak dapat dihentikan atau pun diperlambat lajunya detik waktu malam ini tepat kau berusia dewasa, mengiringi kisah kita Tuhan Maha Adil, memberi kita kehidupan mulia menuang keikhlasan, menimbun kebencian, membendung kesedihan, mencerahkan keceriaan semuanya berarti seolah begitu sederhana, meski pada kenyataannya tidak sesederhana itu kelak ketika tiba waktu untuk berpisah, keikhlasan masa lalu itu akan muncul kembali dan kita bersyukur pernah saling mengenal dan mengukir cerita bersama selamat ulang tahun teman terbaik, semoga segalanya yang terbaik selalu mengiringi langkahmu dan segala harapan terbaik Tuhan izinkan untuk usiamu karena sesungguhnya bukan karena usaha kita tak mampu menembus batas, hanya saja ada hal yang Tuhan izinkan tak terlampaui manusia

SELAMAT ULANG TAHUN IBU SAYANG

Dear Ibu... Matahari yang tegas menunjukkan dirinya pun takkan mampu mengalahkan kehangatan tangan lembutmu Angin yang berhembus pun takkan mampu membawa pergi kasihmu meski aku tak selalu menjadi apa yang Ibu inginkan Namun Tuhan selalu bersama janjiNya bahwa ketika aku dalam kandunganmu dulu, aku terlalu takut untuk menatap dunia, namun Tuhan menjanjikan bidadari yang akan selalu menemaniku bahkan merelakan nyawanya demi aku sekalipun. Ketika itu pula, aku percaya bahwa Tuhan tak pernah ingkar dengan semua janjiNya bahkan hingga saat ini aku merasakan pembuktianNya Dear Ibu... Sesungguhnya setiap kali hadir tanggal 24 September aku bimbang haruskah aku bahagia atau bersedih ? Ya, aku bahagia karena pada tanggal itu Ibu merasakan hari dimana semua terasa lebih istimewa, tapi di lain hal aku bersedih karena sesungguhnya aku belum siap melihat rambutmu memutih perlahan, kulitmu tak sekencang dulu, dan terlebih aku terlalu takut kehilangan untuk tidak bersama lagi dengan bidad...

MENCINTAIMU DALAM ILUSIKU

dalam lembar ini ajari aku sedikit melukiskan kisah tentang perjalanan yang tiada akhir di sudut kejauhan, tampak sebuah telaga yang jernih tak terbendung airnya mengalir begitu deras tak terhentikan di sudut kejauhan, aku memusatkan pandanganku pada tempat yang membuat anganku melayang tempat dimana aku bisa bersamamu sampai batas waktu yang tak ditentukan dan pada akhirnya aku menyadari bahwa aku mencintaimu dalam ilusi ilusi yang selalu menerka tentang keberadaan aku dihatimu meski tidak sepenuhnya aku berharap, aku juga takkan bisa lari dari kenyataan bahwa aku tetap saja berharap kamu memang pada awalnya aku mencoba untuk tidak memusatkan diriku pada harapan itu, tapi kian lama aku sadar bahwa sejatinya aku hidup bersama harapanku, harapan yang membuatku bertahan hingga batas waktu yang tak ditentukan karena aku hanyalah manusia, manusia yang tidur dan bermimpi, manusia yang melamun dan berkhayal meski terkadang aku takut, aku takut ilusiku menikam diriku sendir...

JEJAK PENA

ajari aku menggunakan pena akan aku tulis gemercik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur yang hilang sewaktu-waktu karena aku mencintai yang sewaktu-waktu pergi, yang sewaktu-waktu diambil aku belajar bagaimana caranya melepaskan aku belajar bagaimana menyikapi kepergian aku belajar mengosongkan diri dari apapun yang memenuhi hingga setiap ruang dalam hati terasa lebih lapang dari biasanya lalu mengisinya lagi dengan lebih tertata dan bijaksana karena aku mencintai yang sewaktu-waktu mati, yang sewaktu-waktu harus hilang aku belajar tentang kesendirian betapa hidup dalam diri sendiri begitu meresahkan aku belajar bagaimana membuat hari-hari terasa lebih lapang, selalu siap dengan kehilangan, selalu siap dengan kepergian sebab sejatinya aku tidak pernah memiliki apa-apa Tuhan hanya menitipkanmu untuk aku cintai aku khawatir apabila aku mencintaimu tidak dengan petunjukNya aku takut ketika mencintaimu justru mengundang murkaNya aku sudah berusah...

AKU DAN MEREKA

Kami dipertemukan dengan ketidaksengajaan, melainkan melalui opera Tuhan hingga akhirnya kami bersama Kami menjalani hari-hari dengan selalu mewarnainya bersama, meski terkadang tidak seindah apa yang kita rencanakan. Karena kami sadar, menyatukan banyak isi kepala tidak semudah menyatukan gula dalam air, tapi kami juga sadar bahwa kami hidup di dunia dimana terkadang kami harus menyimpan baik-baik rasa ego yang membuncah seketika, membakar, yang bisa meluluhlantakkan segalanya Kami bersama, bukan karena sesuatu hal melainkan sebuah kenyamanan karena entah bagaimanapun, kenyamanan tidak bisa dibuat dengan paksa dan karena kenyamanan akan hadir beserta uluran tangan Tuhan menyertai Kami saling berpegangan, kami saling berpelukan, kami saling melindungi dengan kelembutan tangan Tuhan yang Dia kirim melalui jari jemari kami Kami rasakan kehangatan dan kami rasakan kesejukkan Kami memang tidak sempurna, tapi mungkin kami menyempurnakan Kami memang tidak hebat, tapi mungkin keh...

HAPPINESS OF 20

2nd August wish ! Ya Allah... Telah sampai kembali pada waktu dimana 20 tahun yang lalu Kau izinkan aku melihat kebesaranMu, mengagumi kekuasaanMu Ya Allah... Terima kasih untuk segala anugerah, nikmat dan karuniaMu untuk kehidupanku yang telah mencapai angka 20 Ya Allah... Tanpamu aku takkan pernah ada, mungkin untuk sampai pada angka 20 Ya Allah... Terima kasih Kau telah menanamkan janinku di dalam rahim ibuku yang amat luar biasa, takkan pernah ada yang menandingi kehebatannya di dunia ini Ya Allah... Terima kasih Kau telah menempatkan aku untuk tumbuh di tengah keluarga yang penuh kasih sayang, belaian ayah yang kokoh namun menghangatkan, belaian ibu yang kelembutannya tak terkalahkan Ya Allah... Terima kasih Kau telah menyempurnakan kehidupanku dengan mengirimkan sahabat-sahabat yang tak pernah lelah mendampingiku, mengajarkan aku berbagai cerita kehidupan realistis dan terima kasih Kau telah melengkapinya pula dengan mereka yang tak pernah menginginkan k...

DENGAN HATI KECIL, TUHAN BICARA

Pada suatu senja, aku berjalan menikmati setiap hembusan nafas alam, menyusuri setiap jejak langkah di atas hijaunya rerumputan hingga beberapa langkah tetes demi tetes hujan menemani langkahku menyusuri jalan panjang dimana sepanjang perjalanan yang elok telah aku lalui. Dan pada suatu ketika, aku bertemu dengan sosok yang berdiri tepat di samping pohon rindang itu, kemudian dia menyapaku hanya dengan sebuah senyuman yang kemudian banyak mengubah langkahku. Tanpa aku hiraukan terlalu jauh, aku kembali melanjutkan perjalananku yang masih panjang hingga bertemulah pada sebuah persimpangan jalan yang seketika itu pula menghentikan langkahku. Aku tidak tahu arah mana yang harus aku pilih. Senja berubah menjadi malam, pada pertengahan malam, sebuah cahaya yang teramat begitu terang membawa kedamaian di dalam jiwaku saat itu, entah cahaya apa, aku hanya merasakan kedamaian yang teramat sungguh, cahaya itu bagakan air bagi gersangnya jiwaku, cahaya itu bagaikan lilin di tengah gelapnya ...

SENANDUNG BINTANG

sinar bintang penghantar malam dalam kesejukan hembusan angin menyambut sinar mentari esok awan berarak melukiskan namaMu, menunjukkan kebesaranMu Ya Allah... Terima kasih atas segala anugerah yang telah tercurah ke dalam kehidupan yang aku lalui Saat tak ada lagi bahu untukku bersandar, saat tak ada lagi kedua tangan yang memelukku disaat aku melemah, masih ada lantai suci yang Kau sediakan untukku menumpahkan segala yang terangkul di pundakku Ya Allah... Ku angkat kedua tanganku dan ku lantunkan tiap bait doa dengan harapan akan sampai menuju langit menembus batas, menyentuh hati malaikat-malaikatMu Ya Allah... Bukan aku menyerah atas semua yang telah ku perjuangkan selama ini.. tapi, ketika cinta itu menuju rumahnya maka ia akan pulang dengan atau tanpa harapan Ya Allah... Dengan atau tanpa harapan itu kini ku serahkan semua kepadaMu Yang Maha Pemilik Cinta sesungguhnya.. disini, aku masih berusaha menguatkan segenap keras hati yang menentang logika, melunakka...

DI SUDUT RUANG HAMPA

hujan malam itu mengingatkanku pada cerita silam tentang kau dan aku cerita tentang aku dan semua perasaan yang masih rapi tersimpan jauh di dalam hati dimana di dalamnya terselip selembar namamu yang hingga sampai saat ini tak jua kau lihat dalam sudut ruang itu, terkadang aku berharap kau mengerti maksud tentang semua pancaran yang berbinar di mataku dan di sudut ruang itu pula, terkadang tertinggal sebuah angan tentang harapa untuk bisa bersandar di bahumu dalam waktu yang lebih lama, bahkan hanya untuk sekedar menghabiskan waktuku dimana aku bisa merasakan kokohnya bahu seorang malaikat tanpa sayap dan hangatnya hembusan nafas saat kau bisikkan sebuah doa yang terselip namaku tapi, waktu kembali menyadarkanku bahwa aku hanya sedang berada di sudut ruang hampa sudut ruang yang semuanya hanya dapat aku lihat dan rasakan tanpa bisa aku sentuh sutuhnya aku terjebak dalam sudut ruang itu, bahkan aku terlanjur nyaman di dalamnya meskipun terkadang waktu kian menamparku...