Langsung ke konten utama

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU


“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi”
-         Hanin Dhiya-Yang terbaik

Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri.

“jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua”
-         Hanin Dhiya-Yang Terbaik

Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanganku dan berlalu pergi. Ya, pergi meninggalkanmu dengan segenap kekecewaanku. Hal yang paling menyakitkan adalah ketika kau sadar bahwa kau memperjuangkan sesuatu yang bahkan tidak pernah dia sadari, perihal rasaku, aku memutuskan melepas segenap rasa yang tanpa kau sadari, kau membangun semuanya.
Seperti mesin penenun hujan, aku harus kembali merajut hujan-hujan yang dulu pernah kita nikmati berdua. Merakit mesin penenun hujan, aku pernah menjadi hujan meski tidak lama, kau menghapus air-air yang membasahi.

“Semoga aku masih bisa melewatkan masa separuh putaran bumi. Jalanku tak panjang mungkin untuk bisa menuai waktu bersama dirimu”
-         Ari Lasso-Jalanku Tak Panjang

Pagi masih setia datang tepat pada waktunya dan senja juga selalu datang tepat bersama keindahannya. Selama beberapa waktu lalu kamu pergi, tak banyak yang berubah dari bagian hidupku. Semua masih sama, hanya saja kini tak ada lagi ucapan-ucapan manis yang biasa ku nikmati di setiap pergantian waktu pagi dan malam. Tak ada lagi tawa renyah kita saat bercerita.
Aku menulis ini bukan karena merindukanmu atau berharap kau kembali, tapi aku hanya ingin mengingat kembali detail cerita renyah kita masa-masa itu. Meski kini aku tahu kita yang sekarang adalah kita yang baru, kita yang sudah dipilih semesta menjadi aku dan kamu tetap menjadi kamu. Dengan segala rasa nyaman yang dulu pernah ada, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih padamu atas semua keadaan yang pernah kita ciptakan dulu.
Keadaan dimana kau membiarkan aku memendam rasa dan akhirnya kau juga yang memaksaku untuk melepas semuanya. Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih padamu atas setiap jengkal hari yang sudah kita lewati bersama. Terimakasih kau pernah menawarkan perjalanan masa depan meski pada akhirnya kau sendiri yang mengubur karena kebimbanganmu.
Hidupmu mungkin lebih bahagia tanpa aku dalam hari-harimu, tapi karenamu aku jadi bisa belajar bagaimana seharusnya seorang pria bersikap dan karenamu juga aku berniat menitipkan pesan yang semoga dapat kau terima bahwa apapun yang membahagiakanmu dan membuatmu merasa bahwa kamu akan tetap menjadi kamu seutuhnya tidak selayaknya kau lepas begitu saja yang hingga pada akhirnya kau hanya bisa menyalahkan keadaan. Terimakasih untukmu yang pernah membuatku merasakan menjadi wanita seutuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...