Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2014

MENGEJAR BINTANG DIBALIK AWAN

Dear you, pernahkah kau menatap langit senja ? senja jingga yang mengundang bintang hadir dan pernahkah kau coba untuk mencari bintangnya ? lihatlah ! sinarnya tampak megah layaknya berlian di tepi pantai Dear you, andaikan kau tahu, disini aku menanti bintangku bersinar selalu dalam gelapnya awan dan kencangnya hembusan angin meski terkadang bintang itu tak jua tampak tapi aku percaya, bintang itu pasti bersinar indah entah dimana dan entah bagaimanapun keadaannya Dear you, aku akan terus berlari meski terkadang lelah memaksaku untuk menyerah namun, dengan segala kekuatan yang kian tumbuh mendalam jauh ke relung hati aku akan tetap berlari meski aku hanya mengejar bayangmu aku tetap percaya, sinarnya tak pernah semu karena sinarnya tak pernah jemu berkelip indah Dear you, percayalah, penantian panjang ini bukan karena tanpa alasan semua adalah demi cahaya megah yang akan selalu tersimpan meski tidak saat ini, aka nada waktu dimana semua b...

MENGANTAR PULANG REMBULAN

demi pagi yang selalu hadir bersama angin hembuskan nafas yang tiada berlalu nyanyian merdu sang fajar, mengantar pulang rembulan ke peraduannya sekilas bayangmu terlintas, jauh melawan arah angin menanti hujan di persimpangan, layaknya merpati merindu gerhana dilema kisah yang menahan untuk pergi meski logika terkadang bertolak, perasaan menentang keras logika tapi, semua tidak semudah itu ini adalah cerita tentang sebuah pertentangan batin mempertahankan semua yang terlanjur dipertahankan tapi, keadaan memaksa lain dan ia memaksaku untuk melepas semua yang kini dalam genggamanku 

MENEBAK LANGIT ABU-ABU

teduh senja menggoreskan jingga awan biru berarak menuju rumahnya berganti waktu, berganti cahaya seperti menebak langit abu-abu tertumpuk oleh harapan dan ragu menikmati senyummu dari kejauhan, itu lebih dari sekedar indah bersama pena yang setia berteman, tak lelah menemaniku melukis bayangmu bersama harapan yang entah dimana akan berlabuh aku tidak berharap aku mampu menyentuhmu karena semua sudah indah meski tak tersentuh dan mencintaimu dalam diam, aku bahagia

MENANTI DALAM DIAM

hujan menyambut teduhnya pagi ribuan butir embun mengalir menyejukkan nada rintiknya halus, meluluhkan menanti mentari yang tak kunjung datang sejauh bintang di angkasa, menembus cahaya mega dalam kegelapan redup samar cahayanya, hapuskan luka perlahan meski tidak sepenuhnya pulih, semua sudah terasa bermakna Tuhan menghadirkanmu, mewarnai kembali kisahku meski tintamu  tak terlalu pekat tergores dalam kertas yang mungkin akan usang, binary matamu miliki arti lain, bahkan dunia tak lagi sanggup membacanya dan disini, aku berdiri memandangmu dari kejauhan fokuskan hati pada keindahan yang Tuhan kirim ke istana hati meski kau tak pernah sadar, aku selalu disini dan tetap disini menanti sinar nyata yang siap menerangi langkahku ketika aku berjalan dalam kegelapan karena aku melihatmu tanpa harus bertatap, mendengarmu tanpa perlu kau bersuara, dan menikmati kehangatanmu tanpa harus menyentuhmu dan seberapa keras aku berpikir, aku yakin takkan pernah ku tem...