Setiap yang terjadi, pada dasarnya manusia hanya mampu menerima. Membujuk hatinya untuk berdamai pada kenyataan. Meski seringkali menyakitkan, waktu akan selalu menyembuhkan. Pada setiap cerita yang kau tulis, kau selalu mampu menentukan ingin seperti apa akhirnya. Namun pada setiap yang kau jalani, kau hanya mampu berjalan mengiringi waktu dan setiap waktu yang sudah kau langkahi, kau tidak akan pernah mampu mengulang, apalagi mengembalikan. Di bawah rembulan, aku bersama secangkir teh menikmati setiap tegukan yang tidak akan pernah membawamu kembali pada waktu yang sudah berputar sempurna. Bagaimana mungkin, aku mencintai setiap tegukan di bawah cahayanya. Tapi kini, setiap tegukan itu aku hanya bisa rasakan untukku sendiri. Kau akan selalu berjalan pada kebahagiaan lain di luar sana. Tidak ada hal yang paling membahagiakan selain menikmati secangkir teh di bawah rembulan, meski pada akhirnya kau juga tidak akan kembali. Memaksakan kehendak hanya akan bisa menyakiti diri sendi...
bukan aku menyerah atas semua yang telah aku perjuangkan selama ini.. tapi, ketika cinta itu menuju rumahnya maka ia akan pulang dengan atau tanpa harapan