BIAR WAKTU YANG MENJAWAB
Aku
tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku
tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin
tapi tak ingin, entahlah.
Aku sayang kamu, tapi aku bimbang
Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran,
aku harus fokus pada satu hal
Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan
darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku
merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.
Hari
terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih
untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku
menceritakan semuanya pada teman terdekatku.
“Delia, gue mau curhat deh” Vanny merengek.
“Curhat apa sih sayang?” respon Delia.
Vanny menceritakan semua kisah
pelanginya dengan Radi.
Delia mengangguk, “Oh begitu, dia belum yakin dengan
semua rasa yang sedang dia rasakan. Tunggu aja, jangan gegabah juga lu-nya,
kasian dia nanti malah tertekan” jawab Delia atas semua curahan hati Vanny.
“Iya Del, tapi kan gue ngerasa digantungin aja gitu
perasaannya, capek tau Del” cemberut Vanny.
“Ya terus mau gimana lagi? Lu pengin dia langsung nembak
lu terus jadian? Gitu?” tegas Delia.
Vanny
membisu, tak mampu berkata-kata dengan tatapan kosong menatap ke setiap lorong
kelas.
“Hei Vanny, kalo emang itu yang lu mau, percuma aja tau.
Disaat dia gegabah dengan perasaannya, itu gak akan lama hubungan lu sama dia.
Biarin dulu lah dia meyakinkan atas semua perasaannya ke lu, percaya deh, semua
akan indah pada waktunya.” senyum Delia.
Vanny
pun hanya mengangguk, mengiyakan pernyataan yang dilontarkan Delia.
Hari
terus berlalu dan aku terus berlalu dalam ketidakpastian sebuah rasa. Entah
hanya aku yang terlalu berharap atau memang aku yang terlalu menginginkan
dirinya. Hingga suatu ketika, Delia merasakan sesuatu yang aneh dari sikap Radi
dan teman-temannya. Delia curiga dengan tingkah laku Radi dan teman-temannya.
Delia
mencurigakan Radi dan teman-temannya kalau mereka hanya ingin taruhan. Berbagai
bukti dicari Delia dan Delia semakin tidak percaya dengan Radi dan
teman-temannya. Delia pun menceritakan semua keraguannya pada Vanny,
“Vann, sorry nih ya? Gue kok agak kurang yakin ya sama
Radi dan teman-temannya. Bukan apa-apa. Ada sesuatu yang gak bisa gue jabarkan,
semua cuma ada dalam pikiran gue.” jelas Delia.
“Apa Del, apa? Cerita dong, gue takut nih” bujuk Vanny.
“Sorry Vann sorry, gue gak bisa jabarin ini semua. Tapi
gue cuma pengin lu hati-hati aja, jangan ceroboh dengan semua keputusan lu,
pokoknya pikirin dulu matag-matang” pesan Delia pada Vanny.
Vanny
tak mengerti dengan apa yang disampaikan
Delia padanya. Kata-kata itu terus terbayang dalam benak Vanny yang membuatnya
semakin gelisah dan bimbang terhadap Radi. Vanny terus menanyakan maksud dari
pernyataan Delia yang tadi disampaikannya.
Vanny
masih dalam kebimbangannya dan Delia masih dalam kecurigaannya. Vanny sudah
tenggelam dalam jurang cinta Radi yang teramat dalam. Lelah bertahan namun
sulit untuk melepas, itulah yang kini dirasakan Vanny.
Vanny tak dapat menuntut banyak tentang semua perasaannya
Radi kepadanya. Namun Vanny juga tak mampu terus menahan perasaannya.
Hingga
suatu ketika, Radi bersiap diri dan mengungkapkan semua yang dirasa terhadap
Vanny. Jadilah mereka sebagai sepasang kekasih yang telah 3 bulan merasakan
semunya perasaan.
Namun
jangan kira hubungan yang mereka jalani tidak memiliki pro dan kontra, cukup
banyak pro kontra dalam hubungan mereka. Namun mereka menjalaninya dengan
santai meski terkadang Radi yang terkesan terlalu cuek dan Vanny yang terkesan
terlalu ribet dan terlalu menghiraukan orang lain.
Itulah
mereka dengan segala karakteristiknya masing-masing. Mereka yang tengah asyik
berada titik awal asmara dan belum merasakan pita hitam dari sebuah kehidupan
asmara. Pancaran kebahagiaan telihat jelas pada mata Vanny yang tak akan pernah
bisa dusta. Ya, mereka yang sedang dilanda cinta.
Hargailah
cinta sepahit apapun itu. Hormatilah kasih sayang seperih apapun itu.
Percayalah, waktu tidak bisu. Biarkan waktu yang menjawab semua seperti apa
akhir segalanya.
Komentar