Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

BINTANG KEJORA

semburat cahaya samar menghiasi langit senja menutup awan semesta bergilir mengisi kekosongan berlari mencari bintang, merindukan purnama sekuat kaki melangkah, tangguhkan langkah tetap melaju pesat seketika angin menghempas, seketika itu pula alam menyadarkan, untuk apa berlari mencari bintang jika purnama yang dirindukan ? karena bintang tak pernah pergi, dia ada meski tidak selalu tampak bintang bersinar meski terkadang meredup bintang memang jauh, tapi yang jauh itulah yang sebenar-benarnya bersinar ribuan bintang bersedia menemani langit, tapi hanya satu yang mampu bersinar lebih terang bersama langit bersinar bersama hingga langit berganti dan matahari terbangun dari peraduannya

HEI, MELANKOLIA

gemericik hujan tadi malam mengantarkanku pada keheningan malam yang kian mengaung aromanya yang khas menemaniku dalam kesunyian denting waktu terdengar nyata seolah mengajakku bergurau tunduk wajahku meresapi hawa yang dibawa hujan sedari senja menghempas perlahan seluruh asaku angin menerpa pepohonan seolah mengajakku menari bersama melupakan aku dari mimpi kosong dan warna semu tapi aku tak kuasa menggerakkan tubuhku dengan lincah semuanya jatuh, semua yang dulu aku rakit hingga mencapai langit kini berguguran satu demi satu biarkan aku berdiri di tengah hujan, bahkan badai sekalipun biar mereka tak pernah tahu air mata yang kian lama tertahan di kelopak mata apalah arti sebuah mimpi jika itu kosong, apalah arti sebuah harapan sang melankolia yang mungkin lemah tersentuh relungnya aku rindu menatap bintang yang tak jemu menemani bulan aku rindu memanjakan telingaku mendengar sajak indah hatimu aku rindu tatapan sendu matamu menyongsong jauh ke dalam hatiku...

PELANGI DI MUSIM KEMARAU

cahaya yang redup lukiskan rona awan gulita bintang menutup dirinya atas semburat kilau mentari hujan semalam membawa semua harapan yang hampir menyentuh mega kini, harap itu telah mengalir menuju akhir yang akan membawanya dan menjadikannya sebuah harapan yang benar-benar semu cerita tentangmu memang tak pernah ada habisnya, selalu mengalir dan terus melaju namun cerita tentang hatiku ? aku tak pernah tahu akankah selamanya dapat aku toreh dengan pena hitam dalam kertas putih sebuah liku yang tak pernah aku tahu kemana tujuannya dan aku tak pernah sadari itu lalu, hiasan itu berbalik membelakangi gantungan ayunan yang dulu pernah ada, mungkin kini rapuh gemuruh semakin lantang berbunyi kilatan listrik semesta menjadi saksi atas suara dalam sanubari mengeluarkan batu yang tersisa dan itu terlalu perih untuk dirasakan hingga alam bercerita tentang kisah menanti pelangi di musim kemarau

HUJAN DAN AWAN

tentang hujan,  sebuah cerita yang teduh setiap butirnya melukiskan keabadian menghantarkan kedamaian bagi alam dan seisinya menyuburkan kembali jiwa yang kering tentang hujan,  sebuah cerita yang tak pernah ada habisnya membahagiakan aku, bermain bersama runtuhnya air dari awan awan tempat hujan itu berkumpul yang akhirnya jatuh basahi bumi hujan tak pernah bertanya pada awan mengapa ia harus jatuh ke bumi karena hujan tahu bahwa disanalah tempatnya berteduh meski ia meneduhkan, tapi hujan juga butuh tempat untuk berteduh dan aku tetaplah menjadi aku, sementara kamu aku tak pernah tahu bagaimana kamu sesungguhnya aku tak bisa menjadi hujan dan kamu pun takkan bisa menjadi awan bagiku bayangmu semakin jauh bahkan hampir hilang seiring harapanku yang kini telah aku coba letakkan perlahan dalam kotak kenangan sekuat tenaga dalam hati, aku memupuk harapanku untuk dapat mengubah imajinasi ini tapi… apalah daya, aku hanya wanita yang lemah akan se...

ATAP CERITA

sekian lama aku lalui jalur kehidupan, selama itu pula berjuta hal dapat aku pelajari dan tak sedikit pula aku pahami dengan beragam karakter manusia yang menjadi tokohnya sejatinya, hidup adalah bagaimana aku sanggup bertahan bersama orang-orang yang aku suka dan tidak suka sekalipun bagaimana aku mampu menerima mereka, entah mereka yang siap dengan batu dalam kepalannya atau mereka yang siap dengan bunga dalam kepalannya Tuhan telah menciptakan semua begitu indahnya, hanya bagaimana aku mampu menikmati dengan caraku sendiri Mereka Tuhan ciptakan bukan semata hanya sebagai crayon hidupku, tapi bagaimana aku mampu menerima dan menghadapinya dengan baik karena pasti terselip rasa tidak tertarik pada sebagian mereka aku berusaha untuk selalu mengerti bagaimana karakter mereka dan bagaimana aku harus menghadapinya, tak jarang aku merasa gejolak batin merenta menolak semua, namun aku selalu sebut namaNya saat semua terjadi karena aku percaya, Tuhan pasti menyelipkan kebaik...

CELOTEH SANG FAJAR

lukisan awan mulai membentang menghiasi dunia corak warna kemegahan menyempurnakan keelokkannya nafas dunia yang bertiup semilir memicu emosi untuk tegas berdiri menatap pelangi alunan musik melankolis kian menyentuh sanubari menghangatkan ketika fajar datang menyambut segalanya kemewahannya bagai cahaya yang tak kunjung redup atau bahkan padam sekalipun kakiku kembali melangkah, berlari, memupuk semangatku untuk lebih tangguh menantang dunia menerjang segala hal yang terlihat tidak mungkin menutup mata, hati, dan telingaku dari segala yang hanya akan menjatuhkan mengikat erat kembali tali sepatuku, dan terus berlari menjemput harapan 

DETIK KEDUA

melintasi waktu berlari mengejar kejora sendu menatap angan, hadirkan cerita lalu yang tak jua bersemai takdir satukan kembali dalam sebuah alur berwarna abu-abu merindumu yang tak tersentuh menikmati setiap gelombang deraian kasihnya meluluhlantakkan hati yang sudah tertata rapi aku tak kuasa mengumpulkan kembali serpihan nyawa yang kini berserakkan dalam detik kedua, nyatanya aku tetap sama aku tetap merindumu sebagai objek yang takkan pernah tersentuh, mungkin selamanya namun keindahan itu masih bisa aku rasakan hingga memasuki detik waktu selanjutnya kehangatan itu tetap aku rindukan, meski aku tak berharap warna abu-abu lagi yang tergoreskan terkadang, aku lelah merindunya sebagai sesuatu yang hanya dengan hati maka itu terasa ada bahkan teramat lelah karena apa yang aku harapkan selama ini sesungguhnya hampa yang kehangatannya tak jua lenyap bersama bayangannya dan ketika semuanya terjadi, aku hanya bisa beristirahat dan berselimut dalam doa terindah ...

DENGARKAN HATIKU (Adera Ega)

Kasih dengarkanlah aku, kini hatiku yang berbicara Resah yang ada di jiwaku, ingin kulalui bersamamu Karena ku yakin cintaku hanya tercipta untukmu Takkan pernah sirna hingga akhir waktu Sejujurnya ingin ku katakan saja dari hati ini ku mencintaimu Ku harapkan kau mengerti dan percayakan hatimu Semuanya kini terserah padamu Sayang, maafkanlah aku bila ku tak selalu di sisimu Namun percayalah kasih, hatiku hanya untukmu Tiada yang lain yang menggantikanmu

ADA KALA BINTANG ITU REDUP

sejak awal aku menghirup nafas kehidupan, sejak saat itu pula sebenarnya Tuhan telah mengingatkan aku bahwa dalam kehidupan tidak akan selamanya bersinar terang. Aku pernah merasakan redupnya cahaya, dan kini aku percaya bahwa Dia tidak akan pernah berdusta. Ketika aku dianggap hampa yang padahal aku jelas nyata, ketika mereka menjejeriku dengan butiran-butiran pasir, saat itulah cahayaku meredup, sekuat batin serta lahirku aku berusaha menahan guncangan amarahku. Alhasil, tangisku tak lagi dapat aku bending, darahku terasa mengalir begitu hebatnya, mencoba tak menghiraukan apa yang sedang terjadi, mencoba berpura-pura seolah tidak terjadi sesuatu apapun. Aku coba yakinkan hati, bahwa Tuhan akan selalu memelukku saat air mataku berisikan asmaNya, tangan malaikat-malaikat yang dikirimkanNya selalu untukku memegang erat tanganku, memeluk erat tubuhku, dan membasuh lembut bahuku, seolah memadamkan api dalam darah yang kian membakar dan aku percaya, saat dunia memusuhiku, pasti masih a...

TERBIT DAN TENGGELAM

seiring waktu yang terus berdetak dentingnya bersahutan dengan detak dunia yang menggema jiwa disini aku termenung dalam sepi berada di hamparan sang hijau alami yang menyejukkan hingga rusuk hamparan mega yang membentang tegaskan warna keindahan serupa bentuk munculkan nurani arti tentang bersyukur aku sering lupa menikmati matahari terbit, matahari tenggelam, bahkan saat-saat indah itu terus berjalan mencari ujung langkahku getir, terasa membekas saat langkah seolah tak bernilai ketika lelah, aku berlari mencari singgasana teduh cahaya ku tengadahkan kedua tanganku pada Sang Maha Setia, yang akan selalu ada saat aku ucap namaNya melalui batin yang berirama dengan pikiran ku usap air mataku dalam doa-doa yang tersusun rapi, doa-doa yang akan menghantarkanku pada kedamaian sejati ketika air mata membuncah hingga membasahi seluruh permukaan wajahku, nafas ini tak kunjung henti menghantar bait doa kepada Sang Illahi Tuhan… aku lelah, kuatkan kakiku untuk dapat ...

MAMPU TANPANYA (Mike Mohede)

Sejuta bintang di angkasa Terangi hati yang redup ini Sendiri ku berteman sepi Berharap mampu lalui semua ini Tersenyum ku tak mampu Hilang semua dayaku Cinta pegang tanganku ini Ku tak mampu bertahan lagi Dalamnya luka hatiku Cinta genggam tanganku ini Dan yakinkan bahwa diriku Mampu berjalan meskipun tanpanya Menahan keringnya batinku Mencoba untuk melangkah lagi Berdiri dihadapan pelangi Berharap mampu mencinta sekali lagi Tersenyum ku tak mampu Terdiam dan membisu Cinta pegang tanganku ini Ku tak mampu bertahan lagi Dalamnya luka hatiku Cinta genggam tanganku ini Dan yakinkan bahwa diriku Mampu berjalan meskipun tanpanya Meski aku terjatuh Ku coba berdiri Cinta genggam tanganku Cinta pegang tanganku ini Ku tak mampu bertahan lagi Dalamnya luka hatiku Cinta genggam tanganku ini Dan yakinkan bahwa diriku Mampu berjalan meskipun tanpanya