Berhembus nafas di
tengah redupnya cahaya bulan
Melukis sinar
dalam bayang semu
Tetes demi tetes
air mata jatuh tak terbendung
Angin bertiup
menghapus memori
Dingin, menusuk
hingga tulang
Terjatuh dalam
padamnya matahari
Terbunuh dalam
kelamnya malam
Tak sanggup
berpegang pada tiang kekuatan
Semua lenyap tak
tersisakan
Deras hujan
menyapu air mata
Terlalu rapuh
untuk berdiri tegak menatap langit
Menatap bayangmu
yang telah sirna
Hanya angin namamu
yang kian melayang
Tegarkan aku dalam
hancurnya semua rasa
Tuhan, izinkan dia
memelukku walau tak terdekap
Walau hanya
sekilas angin
Walau hanya
seberkas cahaya
Menunggumu, akan
terus menunggu
Bertatap dalam
megahnya surga
Tunggu aku kembali
Tunggu aku di
surga terindah
Komentar