Kami dipertemukan dengan ketidaksengajaan, melainkan melalui opera Tuhan hingga akhirnya kami bersama Kami menjalani hari-hari dengan selalu mewarnainya bersama, meski terkadang tidak seindah apa yang kita rencanakan. Karena kami sadar, menyatukan banyak isi kepala tidak semudah menyatukan gula dalam air, tapi kami juga sadar bahwa kami hidup di dunia dimana terkadang kami harus menyimpan baik-baik rasa ego yang membuncah seketika, membakar, yang bisa meluluhlantakkan segalanya Kami bersama, bukan karena sesuatu hal melainkan sebuah kenyamanan karena entah bagaimanapun, kenyamanan tidak bisa dibuat dengan paksa dan karena kenyamanan akan hadir beserta uluran tangan Tuhan menyertai Kami saling berpegangan, kami saling berpelukan, kami saling melindungi dengan kelembutan tangan Tuhan yang Dia kirim melalui jari jemari kami Kami rasakan kehangatan dan kami rasakan kesejukkan Kami memang tidak sempurna, tapi mungkin kami menyempurnakan Kami memang tidak hebat, tapi mungkin keh...
bukan aku menyerah atas semua yang telah aku perjuangkan selama ini.. tapi, ketika cinta itu menuju rumahnya maka ia akan pulang dengan atau tanpa harapan