Langsung ke konten utama

curhat #1


Aku udah putus kak sama cowok aku :’(
ð  Turut prihatin ya, dia bukan yang terbaik buat kamu
Tapi kak, aku sayang banget sama dia. Aku kesepian kak semenjak gak ada dia, ngerasa hidup aku hampa banget
ð  Percaya, ini cuma masalah waktu aja kok
Maksudnya? Aku gak ngerti kak
ð  Kesepian yang kamu rasain itu sebenarnya hanya masalah waktu saja. Wajar kamu ngerasa hampa sekarang karena biasanya dalam hari-harimu, selalu ada sosok dia yang nemenin kamu. Kebiasaan yang kamu lalui pasti bersama dia, bahkan mungkin waktu untuk tidak bersama dia hanya beberapa jam saja.
Semuanya butuh waktu untuk kamu memulai kebiasaan baru kamu tanpa dia. Biar aja semua berjalan seiring berjalannya waktu, toh semua akan indah pada waktunya.
Aku ngerasa aku gak sanggup kak :’(
ð  Karena kamu belum bisa membuka hati, cobalah untuk belajar perlahan membuka sedikit demi sedikit hati kamu untuk cinta baru dihati kamu, meski gak mudah, tapi coba kamu yakinin hati kamu. Karena seseorang akan mampu melupakan masa lalunya jika dia bersedia mencintai orang lain :) kalau kamunya aja udah berpikiran gak sanggup, gimana mau ngejalaninnya?
Kenapa ya kak cinta aku selalu kaya gini? Menyakitkan! Aku salah apa :’(
ð  Gak ada cinta yang gak berakhir dengan menyakitkan. Bukankah ketika pertama kali kamu mencintainya, kamu sudah siap dengan segala resiko yang akan terjadi? Ya menyakitkan, namun kamu rela disakiti dan kamu rela berkorban untuk orang yang memang benar kamu sayang bukan? Merugikan? Jika ya, kamu belum benar-benar tulus mencintainya
Tapi apa harus selalu aku yang disakiti kak?
ð  So? Kamu mau ada di pihak menyakiti?
Bukan begitu kakak, tapi aku bingung aja kenapa selalu aku yang disakiti?
ð  Bersyukur aja untuk apa yang udah terjadi, toh kamu gak bisa berbuat apa-apa lagi kan? Semua udah jalannya, sayang :) ambillah sisi positif dari semua ini. Dengan kesakitan ini kamu bisa belajar untuk lebih tegar, dari kesedihan ini kamu bisa belajar untuk lebih sabar, dan dari pengkhianatan ini kamu bisa belajar untuk menghargai betapa berharganya perasaan seseorang terlebih dia yang tulus mencintaimu
Gak semudah itu kak
ð  Kalau dipikiran kamu aja udah menganggap segalanya susah, bagaimana bisa melanjutkannya? Usaha itu penting dan gak ada salahnya kok
Iya kakak, makasih kakak aku udah sedikit tenang :*
ð  Kamu harus kuat dan tegar, jangan kalah sama cobaan ini :) good luck!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...