hujan malam itu mengingatkanku pada cerita silam tentang kau dan aku cerita tentang aku dan semua perasaan yang masih rapi tersimpan jauh di dalam hati dimana di dalamnya terselip selembar namamu yang hingga sampai saat ini tak jua kau lihat dalam sudut ruang itu, terkadang aku berharap kau mengerti maksud tentang semua pancaran yang berbinar di mataku dan di sudut ruang itu pula, terkadang tertinggal sebuah angan tentang harapa untuk bisa bersandar di bahumu dalam waktu yang lebih lama, bahkan hanya untuk sekedar menghabiskan waktuku dimana aku bisa merasakan kokohnya bahu seorang malaikat tanpa sayap dan hangatnya hembusan nafas saat kau bisikkan sebuah doa yang terselip namaku tapi, waktu kembali menyadarkanku bahwa aku hanya sedang berada di sudut ruang hampa sudut ruang yang semuanya hanya dapat aku lihat dan rasakan tanpa bisa aku sentuh sutuhnya aku terjebak dalam sudut ruang itu, bahkan aku terlanjur nyaman di dalamnya meskipun terkadang waktu kian menamparku...
bukan aku menyerah atas semua yang telah aku perjuangkan selama ini.. tapi, ketika cinta itu menuju rumahnya maka ia akan pulang dengan atau tanpa harapan