Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

MAMPU TANPANYA (Mike Mohede)

Sejuta bintang di angkasa Terangi hati yang redup ini Sendiri ku berteman sepi Berharap mampu lalui semua ini Tersenyum ku tak mampu Hilang semua dayaku Cinta pegang tanganku ini Ku tak mampu bertahan lagi Dalamnya luka hatiku Cinta genggam tanganku ini Dan yakinkan bahwa diriku Mampu berjalan meskipun tanpanya Menahan keringnya batinku Mencoba untuk melangkah lagi Berdiri dihadapan pelangi Berharap mampu mencinta sekali lagi Tersenyum ku tak mampu Terdiam dan membisu Cinta pegang tanganku ini Ku tak mampu bertahan lagi Dalamnya luka hatiku Cinta genggam tanganku ini Dan yakinkan bahwa diriku Mampu berjalan meskipun tanpanya Meski aku terjatuh Ku coba berdiri Cinta genggam tanganku Cinta pegang tanganku ini Ku tak mampu bertahan lagi Dalamnya luka hatiku Cinta genggam tanganku ini Dan yakinkan bahwa diriku Mampu berjalan meskipun tanpanya

THIS IS IT, YEA !

Hmm… Liburan itu emang paling asyik buat bersantai-santai ria di rumah tapi kalo udah kelamaan, alhasil liburan pun terasa *kriuk* (baca: garing). Okelah, mikir keras buat bertahan dalam liburan yang masih lama ini :D Cling ! Tiba-tiba di kepala mulai ada lampu terang, seketika itu pula gue kepikiran makanan yang pernah tayang di salah satu stasiun tv, Redaksi Siang Akhir Pekan. Saat itu, sang reporternya mencicipi makanan khas Bandung, yang pada saat itu gue lupa apa namanya. Akhirnya, nanya deh sama ‘dia’ yang notabene tahu banyak tentang dunia kuliner. Sempat bingung juga menanggapi apa yang gue maksud, hingga pada akhirnya gue menjelaskan semua yang gue ingat, dia tahu apa yang gue maksud, aha ;D         Seblak Basah ! Yes, seblak basah ! Itu dia jawabannya, gue pun minta tolong dibuatin resepnya dengan request, resep paling mudah, because what ? because, I wanna try with my style *yuhuuuu* This is it ! (meski nyokap masih harus campur ta...

SEPERTI AIR

seperti air yang melewati batas bendungan meresapi setiap syair yang berkumandang merdu menikmati megahnya bintang yang setia bersama bulan ketika mentari mulai lelah dan kembali beristirahat senandung bait-bait indah mengalun dibibirnya merasuk perlahan hingga ke ulu hati lengkung indah dibibirku menggoreskan sebuah isyarat isyarat bahwa aku bahagia ya, aku bahagia kala aku disampingmu aku bahagia kala kau genggam tanganmu hangat sentuhanmu amat kurasakan dalam bahkan aku sangat menikmatinya andai aku punya kendali atas waktu itu takkan pernah ku biarkan waktu terus berputar wajahnya yang teduh membuat aku seolah berada di naungan kala hujan turun dengan teramat derasnya hangat kasihnya membuat aku tak mampu melepasnya mata ini pun seolah tak sanggup aku kedipkan aku takut, ya.. aku takut semua ini mimpi bunga tidurku yang tak pernah padam membahagiakanku dalam kebisuan merasakan setiap detik bersamanya membuatku mengerti arti sebuah kebersama...

MENYENTUH BAYANGMU

  sengaja tak ku ungkapkan semua yang tertanam dalam hati ini aku tak ingin menghancurkan semua yang telah aku rajut selama ini aku lelah menanti, namun aku terlanjur menaruh hati hingga terasa begitu sulit menarik kembali hati yang telah ku lemparkan untuknya aku mencintaimu, tanpa perlu hadir karena aku akan menemuimu dalam anganku aku mencintaimu, tanpa perlu kata karena aku yakin kau mampu mendengar jeritan hati yang kian memanggil namamu mencintaimu, aku tenang, hingga aku terhanyut dalam kebahagiaan namun mungkin semuanya semu senja yang hadir menemani membuatku bernafas lega karena aku mencintaimu dalam keteduhan mengalahkan teduhnya angin senja saat kau genggam tanganku tapi, itu hanya imajinasi terindahku bersamamu aku tak habis pikir bagaimana aku bisa mencintai seseorang yang hanya terkuak dalam imajinasiku bahkan, menyentuhnya pun tak pernah ku rasakan.. sedikitpun ! bagaimana bisa semua ini terjadi ? aku yakini, bahwa hanya Tuhan y...

POTRET NEGERIKU (Gantar Historia)

Diri ini pun terbangun dengan mantapnya Seolah siap tuk menantang dunia Dunia yang selalu berlari tanpa kenal lelah Sang mentari bersinar dengan megahnya Menggulung selimut kabut dari bumi pertiwi Meniupkan nafas kehangatan di bumi pertiwi Bumi yang begitu indah dengan sejuta pesonanya Pesona yang takkan pernah mampu dilukiskan di atas kanvas Yang tak mampu diurai dalam ribuan bait kata Ya, inilah INDONESIA ! Negeri dengan sejuta keajaiban Negeri yang tak pernah kekurangan Negeri yang KATANYA SUDAH MERDEKA SUDAH MERDEKA ??? Apakah ini pantas disebut KEMERDEKAAN ??? Kemiskinan… Kesengsaraan... Ketidakadilan… Masih jadi jubah negeri ini Negeri yang belum mengerti arti SEBUAH KEMERDEKAAN Arti sebuah pengorbanan dan arti sebuah pengharapan Apakah harus bertanya kepada langit tuk tahu wujud kemerdekaan ? Apakah para pahlawan harus bangkit tuk mengajarkan arti sebuah pengorbanan ? Ya, inilah INDONESIA ! Negeri yang belum tahu arti KEMERDEKAAN...

KELIRU (Ruth Sahanaya)

Di lubuk hatiku tersimpan Ada rasa bimbang   Yang enggan kuceritakan   Ternyata baru ku sadari   Sirnanya hatimu   Yang engkau simpan untuknya   Aku cinta kepadamu   Aku rindu dipelukmu   Namun ku keliru telah membunuh   Cinta dia dan dirimu   Oh Tuhan maafkan diriku   Telah melangkah lugu   Memberi bimbang di hatinya   Ku tahu engkau telah berdua   Tak mungkin ku rasa   Melepas kasih antara kita   Aku cinta kepadamu   Aku rindu dipelukmu   Ingin ku akhiri yang telah terjadi   Lamunanku membawamu kembali   Engkau pun keliru   Menilai arti cinta   Yang kau kira selamanya

AKHIR SENJA

Tuhan.. jika hari ini adalah hari terakhirku menatap semesta, izinkan aku meresapi segenap kekuatan alam yang selama ini membantuku bertahan dalam kerasnya kehidupan Tuhan.. jika hari ini adalah kesempatan terakhir untukku menyentuh malaikat-malaikatku, beri sedikit waktu untuk melukis lengkung manis diwajahnya dan jika waktuku habis dihari ini, aku sampaikan pada semesta dan seisinya bahwa aku sangat menikmati anugerah yang telah Tuhan ciptakan begitu megahnya.. Rasanya aku tak lagi miliku alas an untuk mengingkari semuanya Tuhan.. terima kasih untuk semua keindahanMu yang kian merasuki jiwa dan raga ini sampai akhirnya waktu untukku bertahan telah habis dan Tuhan.. kini aku serahkan semua yang ada padaku untuk Kau ambil kembali karena bahwasanya semua milikMu terima kasih Tuhan untuk semua aset berhargaMu

dear diary,

dear diary, dalam kehidupan yang semakin tajam ini aku mencoba bertahan dalam terpaan batin yang kian menusuk entah sampai kapan Tuhan akan memelukku, aku yakin Tuhan tak akan pernah lelah menopangku dalam pelukkanNya dear diary, mungkin aku terlihat begitu keras menjalani kehidupan ini, namun sebenarnya aku sangat merasakan kelembutan hati saat aku memejamkan mata dan merasakan kemegahan semesta raya dear diary, tak perlu banyak yang tahu tentang semua tujuan akhir langkah ini karena aku tak ingin mengumbar kata, biarlah mereka melihat dan merasakan tujuan misteriku dear diary, terkadang aku merasa tidak berarti dalam langkahku menuju citaku, namun saat itu Tuhan sangat baik padaku apa yang dia lakukan untukku ? Dia mengirimkan malaikat-malaikat putih yang siap mengangkatku, membakar kembali obor semangatku, dan menemaniku melanjutkan langkah dear diary, ketika aku pergi nanti, entah selamanya atau tidak, yakinkan mereka bahwa semua langkah ini aku persembahk...

DALAM DIAM..

dalam diam, aku merasakan semuanya seolah bersinar meski tak pernah ku lihat ada titik cahaya dihadapku dalam diam, aku merasakan hangatnya yang melebihi kehangatan mentari yang senantiasa menyambutku kala pagi menjemput dalam diam, aku rasakan dinginnya angin malam yang hembusannya begitu halus dan aku merasakan betul usapannya dan dalam diam, kebahagiaan seolah menyambutku saat aku tersungkur pilu menahan perihku namun.. semua diam, bagai patung yang tak bernyawa satu warna dalam diamku terbentuk, abu-abu Tuhan.. nyatakah ini atau semua hanya sekedar obsesiku ? dalam diam, aku menyimpan semua rasa yang menumpuk dihati dalam diam, aku biarkan rasa itu berulah semaunya dan pada akhirnya aku tersadar, bahwa aku mencintaimu dalam diam