Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

CELOTEH SANG FAJAR

lukisan awan mulai membentang menghiasi dunia corak warna kemegahan menyempurnakan keelokkannya nafas dunia yang bertiup semilir memicu emosi untuk tegas berdiri menatap pelangi alunan musik melankolis kian menyentuh sanubari menghangatkan ketika fajar datang menyambut segalanya kemewahannya bagai cahaya yang tak kunjung redup atau bahkan padam sekalipun kakiku kembali melangkah, berlari, memupuk semangatku untuk lebih tangguh menantang dunia menerjang segala hal yang terlihat tidak mungkin menutup mata, hati, dan telingaku dari segala yang hanya akan menjatuhkan mengikat erat kembali tali sepatuku, dan terus berlari menjemput harapan 

DETIK KEDUA

melintasi waktu berlari mengejar kejora sendu menatap angan, hadirkan cerita lalu yang tak jua bersemai takdir satukan kembali dalam sebuah alur berwarna abu-abu merindumu yang tak tersentuh menikmati setiap gelombang deraian kasihnya meluluhlantakkan hati yang sudah tertata rapi aku tak kuasa mengumpulkan kembali serpihan nyawa yang kini berserakkan dalam detik kedua, nyatanya aku tetap sama aku tetap merindumu sebagai objek yang takkan pernah tersentuh, mungkin selamanya namun keindahan itu masih bisa aku rasakan hingga memasuki detik waktu selanjutnya kehangatan itu tetap aku rindukan, meski aku tak berharap warna abu-abu lagi yang tergoreskan terkadang, aku lelah merindunya sebagai sesuatu yang hanya dengan hati maka itu terasa ada bahkan teramat lelah karena apa yang aku harapkan selama ini sesungguhnya hampa yang kehangatannya tak jua lenyap bersama bayangannya dan ketika semuanya terjadi, aku hanya bisa beristirahat dan berselimut dalam doa terindah ...

DENGARKAN HATIKU (Adera Ega)

Kasih dengarkanlah aku, kini hatiku yang berbicara Resah yang ada di jiwaku, ingin kulalui bersamamu Karena ku yakin cintaku hanya tercipta untukmu Takkan pernah sirna hingga akhir waktu Sejujurnya ingin ku katakan saja dari hati ini ku mencintaimu Ku harapkan kau mengerti dan percayakan hatimu Semuanya kini terserah padamu Sayang, maafkanlah aku bila ku tak selalu di sisimu Namun percayalah kasih, hatiku hanya untukmu Tiada yang lain yang menggantikanmu

ADA KALA BINTANG ITU REDUP

sejak awal aku menghirup nafas kehidupan, sejak saat itu pula sebenarnya Tuhan telah mengingatkan aku bahwa dalam kehidupan tidak akan selamanya bersinar terang. Aku pernah merasakan redupnya cahaya, dan kini aku percaya bahwa Dia tidak akan pernah berdusta. Ketika aku dianggap hampa yang padahal aku jelas nyata, ketika mereka menjejeriku dengan butiran-butiran pasir, saat itulah cahayaku meredup, sekuat batin serta lahirku aku berusaha menahan guncangan amarahku. Alhasil, tangisku tak lagi dapat aku bending, darahku terasa mengalir begitu hebatnya, mencoba tak menghiraukan apa yang sedang terjadi, mencoba berpura-pura seolah tidak terjadi sesuatu apapun. Aku coba yakinkan hati, bahwa Tuhan akan selalu memelukku saat air mataku berisikan asmaNya, tangan malaikat-malaikat yang dikirimkanNya selalu untukku memegang erat tanganku, memeluk erat tubuhku, dan membasuh lembut bahuku, seolah memadamkan api dalam darah yang kian membakar dan aku percaya, saat dunia memusuhiku, pasti masih a...

TERBIT DAN TENGGELAM

seiring waktu yang terus berdetak dentingnya bersahutan dengan detak dunia yang menggema jiwa disini aku termenung dalam sepi berada di hamparan sang hijau alami yang menyejukkan hingga rusuk hamparan mega yang membentang tegaskan warna keindahan serupa bentuk munculkan nurani arti tentang bersyukur aku sering lupa menikmati matahari terbit, matahari tenggelam, bahkan saat-saat indah itu terus berjalan mencari ujung langkahku getir, terasa membekas saat langkah seolah tak bernilai ketika lelah, aku berlari mencari singgasana teduh cahaya ku tengadahkan kedua tanganku pada Sang Maha Setia, yang akan selalu ada saat aku ucap namaNya melalui batin yang berirama dengan pikiran ku usap air mataku dalam doa-doa yang tersusun rapi, doa-doa yang akan menghantarkanku pada kedamaian sejati ketika air mata membuncah hingga membasahi seluruh permukaan wajahku, nafas ini tak kunjung henti menghantar bait doa kepada Sang Illahi Tuhan… aku lelah, kuatkan kakiku untuk dapat ...