IRAMA HUJAN Aku lelah dengan segala yang telah aku jalani hari ini. Begitu banyak perjuangan yang melibatkan lahir dan batiniahku, seolah membuatku tak henti-hentinya berucap “huh” meski dalam hati. Sebuah drama yang akan menuntunku sampai pada puncak kehidupanku, sebuah scenario Tuhan yang harus segera aku selesaikan. Jenuh, rasa itu tak dapat aku munafikkan. Rasanya ingin teriak sekuat tenagaku, mencoba membuang segala penat yang mendera. Namun, malam ini hujan kembali turun begitu derasnya. Mengalir dalam setiap desahan angin yang berirama. Menyapu debu-debu jalanan, membuat dedaunan di pohon rindang bergoyang berirama. Suara gemericik tiap butir hujan yang jatuh menambah syahdu suasana malam. Setidaknya, melepas segala jenuh yang kini sedang menyapaku. Sungguh, Tuhan memang tidak pernah memberikan segalanya dengan percuma. Selalu ada putih dikala hitam mulai semakin gelap, selalu ada hujan dikala bumi ...
bukan aku menyerah atas semua yang telah aku perjuangkan selama ini.. tapi, ketika cinta itu menuju rumahnya maka ia akan pulang dengan atau tanpa harapan