Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

KITA DAN LUKAMU

sejatinya perjalanan manusia tidaklah selalu lurus, begitu saja atau hanya seperti itu saja. terkadang kita butuh keliling ke berbagai tempat untuk pada akhirnya kita harus berlabuh, dari berbagai tempat itu seharusnya kita mampu mengambil pelajaran dan pengalaman dari setiap cerita perjalanan yang ditempuh. begitu banyak cerita yang akan menemani setiap perjalanan kita, entah itu kebahagiaan sampai kesedihan, bahkan kehilangan. semua akan berbaur menjadi sebuah citarasa kehidupan yang saling memadai. terkadang kita hanyut hanya dalam sebuah pilu kehilangan, kehilangan apapun yang sudah menjadi bagian kehidupan kita. memang, perih rasa itu takkan pernah bisa kita hindari bahkan air mata yang sekeras apapun kita cegah, semua akan menjadi sia-sia ketika kita kehilangan. terlebih, semua sudah menjadi hal yang biasa mengisi hari. tapi, bukan berarti dalam kehilangan itu semua menjadi benar-benar hilang, biar saja yang hilang kembali kepada hakikatnya, kembali kepada yang memiliki sesungguh...

PERGILAH, MENGHILANG SAJALAH LAGI

kau tahu pahitnya dikecewakan ? kalau tahu, kenapa harus datang lagi disaat semuanya sudah pulih kembali. kau pikir kau siapa seenaknya datang dan pergi sesuka hati, terlebih saat aku sudah tidak mengingatmu kembali. sebab begitu sulit membenahi semua yang sudah tertata rapi kemudian kau hancurkan kemudian aku berusaha menata lagi dan kini kau mau mencoba mampir lagi setelah semuanya rapi ? maaf, tidak semudah itu aku membenahi semuanya dan tidak semudah itu pula aku membiarkannya berantakan lagi apalagi dia adalah orang yang sama. kau coba menawarkan lagi dengan alasan penyesalan bahwa tidak ada yang setulus aku. kemana saja kau dulu ? saat aku memperjuangkanmu dan kau sia-siakan dengan ringannya, kau pilih dia yang nyatanya hadir hanya sesaat. seharusnya dulu kau pikir bahwa apakah ada orang yang sebegitu memperjuangkan kau ? atau adakah orang yang jauh lebih baik dari aku ? kini, kau kembali dengan sejuta luka dan berharap pengobatan dariku ? kau pikir kau siapa, seenaknya saja. kin...