PERJALANAN KISAH
Ketika
matahari mulai menyapa, seiring angin berhembus seolah berargumen bahwa begitu
banyak rintangan yang akan aku jalani hari ini, begitu banyak kerikil tajam
yang harus aku terjang, badai besar, yang mungkin bersiap akan menerpaku.
Semua
bersiap melaju bagai roket yang meluncur ke angkasa. Menyelesaikan segala yang
telah mereka mulai, tak lain dengan aku. Aku berusaha menyelesaikan hari demi
hariku, menyelesaikan cerita yang sudah Tuhan tuliskan dalam hidupku.
Seringkali,
ketakutan itu muncul ketika aku sedang berjalan menyusuri setiap jengkal
langkahku, entah apa yang aku takutkan, namun itu tak jarang hinggap dalam hati
dan pikiranku. Bahkan, terkadang kakiku lelah untuk terus melanjutkan
perjalanan ini, perjalanan teramat jauh yang aku pun tak pernah tahu kapan
harus berhenti. Terkadang pula, aku terlalu asyik mengistirahatkan langkahku
hingga aku lalai akan tujuan awal perjalanan ini. Perjalanan ini begitu berat,
tidak semua hal yang aku suka berada di sekelilingku, bahkan sesuatu yang amat
ku benci sekalipun harus aku hadapi, meskipun aku harus berada dalam jarak yang
tidak sampai satu meter. Tapi.. semua itu tetap harus aku jalani, karena tidak
ada jalan lain yang lebih cepat untuk sampai kesana, bahkan jika ada pun aku
tak akan pernah murni terlepas oleh hal-hal seperti itu.
Namun, tak
lepas otakku berpikir akan pengamatan kehidupan itu, bahwa Tuhan tidak pernah
mengirimkan segalanya secara cuma-cuma melainkan selalu ada cerita lain dibalik
cerita inti itu. Mungkin mereka adalah sarana tempatku bertahan menguatkan
hati, bahwa disini bukanlah tempat yang cocok untuk memuaskan segala egoku,
bukan tempat yang seharusnya untuk mengikuti segala kemauanku tanpa memikirkan
mereka, sekalipun memang tidak ada tempat yang pantas semua itu.
Terkadang,
aku merasa sepi saat aku sudah menempuh perjalanan beribu kilometer, tapi aku
tidak tahu untuk apa aku menempuh perjalanan itu, jiwaku hampa, dan di saat
itulah kehadiran sahabat terkasih begitu bermakna, sebenarnya aku tak sendiri
dalam mengarungi perjalanan ini, namun mereka juga punya jalur tersendiri akan
hal itu, dan kita berjanji akan berjumpa lagi di puncak kesuksesan tanpa
memutus komunikasi diantara kita.
Walau
bagaimanapun, tetap aku harus menyelesaikan segala yang telah ku mulai, apapun
itu halangannya, bagaimanapun sesuatu menghadang, aku tetap, tetap harus
menyelesaikannya. Di ujung sana, telah menanti jutaan cahaya indah yang akan
menyambutku dan ku persembahkan semua itu teruntuk mereka yang tak pernah putus
menghembuskan namaku dalam setiap doanya.
Ini memang
perjalanan jauh, perjalanan tentang kehidupan yang entah bagaimana berhentinya.
Ketika kau kuatkan hatimu untuk melangkah meski harus terluka, percayalah Tuhan
akan memelukmu damai. Dan beribu liter air tercipta untuk menyejukkan kembali jiwamu yang terhenti dalam ruang kehampaan. Tak ada alasan untukmu terus larut dalam kerisauan.
Komentar