Tuhan..
bagaimana mungkin mereka
mencoba saling membunuh?
sementara mereka adalah
harapanMu untuk mengindahkan dunia ini
namun nyatanya, mereka justru
menggenggam berjuta alat yang siap terpendam dalam tubuh saudaranya
apa..apa sesungguhnya yang
ada dalam benaknya?
apa sesungguhnya yang tumbuh
dalam hatinya?
Tiadakah hati nurani yang
mereka kembangkan dulu?
bagaimana mereka membayangkan
wajah orang tuanya yang setiap malam selalu terhembus namanya dalam tiap
hembusan doa, dalam tiap butir tasbih yang bergulir rapi di tangan mereka?
Tuhan..
apa sesungguhnya yang
menjadi cambuk bagi mereka sehingga begitu terkutuknya mereka melakukannya?
mereka yang buta, seringkali
menjadi korban keterkutukan saudaranya sendiri
apa sesungguhnya yang
membuat batin mereka bergejolak?
ampuni mereka, Tuhan
mungkin batin dan pikirannya
sedang melayang jauh
sibuk mencari yang
sebenarnya sudah ada dalam tatapannya
ampuni mereka, Tuhan
ketika mereka berkeras hati
sesungguhnya hanya Engkau
yang mampu mencairkan segalanya
Komentar