Langsung ke konten utama

CERITA KEHIDUPAN


Kehidupan? Ya bagaimana mengerti tentang kehidupan yang mungkin terlalu rumit untuk diuraikan. Bukan bagaimana kehidupan itu terbentuk oleh kata-kata yang merangkapnya tapi bagaimana sesungguhnya makna kehidupan itu dirasakan. Kehidupan begitu mudah diucapkan bagi sebagian orang yang memang telah bersahabat dengannya, namun terlalu sulit bagi mereka yang tidak mengakrabkan diri dengan kehidupannya. Entah bagaimana alasan mereka, kehidupan menjadi hal yang kompleks.
     Disadari atau tidak, dalam kehidupan kita harus berhadapan bahkan berada dalam satu lingkup dengan orang-orang yang kita tidak sukai bahkan orang yang setiap harinya selalu membuat hati kita bergerumung keruh. Menolak? Bagaimana mungkin kau mampu menolak sementara alur kehidupanmu berada dengannya, sebagian kehidupanmu harus bersama dengannya? Lalu, mengapa semua itu harus terjadi? Ya itulah seni kehidupan, bagaimana kita mampu bertahan dengan mereka yang bertolak belakang dengan keinginanmu.
     Sebenarnya, begitu banyak cerita kehidupan yang dapat dituliskan dalam lembar kehidupan ini, tergantung bagaimana kepekaan diri. Ketika mereka menyakitimu, mungkin kau sedang dilatih untuk tidak tenggelam dalam kepedihan itu dan kau diharuskan untuk kembali menata rapi kehidupanmu kembali. Ketika kegagalan mulai menyapamu, mungkin saat itu Tuhan sedang mengajarkanmu tentang indahnya buah kesabaran, Tuhan memintamu untuk merawat benih-benih kesabaran yang diharapkanNya akan berbuah lebat, tentu saja semua itu bukan hanya untukNya, melainkan semua akan terasa damai dihatimu. Dan ketika kau merasa seluruh dunia menjauhimu, Tuhan sedang menyadarkanmu bahwa hanya Dialah tempat terindah untuk kau berteduh, hanya Dialah teman terbaik yang mampu membantumu keluar dari kejenuhan itu.
     Kehidupan memang terkesan mudah atau sulit, sebenarnya bukan masalah itu kehidupan yang seharusnya kau jalani, tapi bagaimana kau menikmati kehidupan ini dengan sepenuh hatimu, dengan segala keikhlasanmu, dan dengan segala ketegaranmu. Meski Tuhan menciptakan manusia dengan segala keterbatasannya, namun sebenarnya Tuhan menciptakan manusia dengan segala keindahan diri yang mampu menyamarkan segala keterbatasannya. Yaaa tentunya, semua harus niat dari individu itu sendiri dan bagaimana mereka mengembangkannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...