Langsung ke konten utama

SKETSA IMPIAN

SKETSA IMPIAN

     Indahnya bersyukur memang tak pernah tersesali. Tuhan telah mengirimkan kesejukanNya sepagi ini melalui air-air hujan yang jatuh dalam tautan nada-nada indah, berpadu dengan desir angin yang menghembuskan semangat. Sejuknya pagi ini bertambah dua kali lipat kala aku merasakan angin itu merasuk ke dalam kulitku. Betapa indah berkah dariMu, Tuhan.
     Ketika aku membuka mataku dari mimpi, Tuhan masih mengizinkanku untuk merasakan oksigen yang diberikanNya, Tuhan masih mengizinkanku untuk menikmati segala nikmat yang tercipta untukku, dan Tuhan masih mengizinkanku untuk berjuang, berlari, bahkan harus tertatih untuk sampai pada impian nyataku.
     Tuhan masih menyuruhku untuk terus berlari, demi mengubah semua sketsa yang tampak pada kertas putih menjadi sebuah benda berdimensi nyata yang akan mengubah hidupku. Tuhan menjanjikan segala keindahan untukku selama aku tetap berlari meski aku harus tersandung, bahkan jatuh hingga terluka.
     Setidaknya, aku sangat berterima kasih pada Tuhan yang masih sudi memberikan segala yang aku butuhkan, kepada mereka yang masih setia berada di hadapanku. Nyatanya, hidup ini tak sesulit seperti apa yang sering kita sulitkan, meski hidup ini kompleks, namun itu indah ketika kau masih sanggup bersyukur atas segala nikmatNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...