ENTAH BAGAIMANA UJUNGNYA
ketika malam kembali tiba
sesaat itu pula kesunyian ikut mengalir
terbawa desah angin malam
menghembuskan hawa kehampaan
membawa kembali cerita-cerita pedih tak
berujung
terhanyut dalam sebuah arus kesendirian,
mereka-reka,
mencoba meraba tiap bait hembusan napas
lantunkan sajak-sajak sunyi
merasuki setiap lubang pembuluh darah
hingga menerjang sampai rusuk
mungkin mereka tak melihat?
ya, mereka memang terlalu buta untuk melihat
tentang semua ini
atau mereka tidak peka?
apalagi untuk peka terhadap perasaannya,
mungkin hatinya sudah terkunci rapat
lalu bagaimana dengan semua ini?
biarlah, biarlah Tuhan yang menentukan ini
biarlah waktu yang akan membuatnya berlalu
hingga tiba saatnya Tuhan merubah segalanya
menjadi lebih indah
Komentar