Langsung ke konten utama

MEREKA DAN MATAHARI


MEREKA DAN MATAHARI

Kembali, pagi ini matahari mulai menampakkan keindahannya
Menghangatkan, merasuk hingga ke tulang rusuk Membakar semangat kepada mereka yang mulai lelah merajut asanya
Apinya menyala di setiap tetes keringat perjuangan
Mereka yang tersadar, bahwa hidup yang mereka mulai tak mudah untuk mereka selesaikan
Mereka berjuang untuk menangguhkan hati, meski getir kehidupannya terkadang menghancurkan segalanya
Mereka berjuang meski harus dengan cucuran darah sekalipun, mereka tak peduli
Disaat batin mereka tertusuk oleh berbagai jenis jarum, mereka hanya mampu diam
Meski sesungguhnya batin itu terus bergejolak
Bergejolak akan menghantam dia
Bergejolak ingin kembali memuntahkan segala yang bergemuruh dalam batinnya
Namun, mereka sadar bahwa hidup mereka bukanlah untuk menyia-nyiakan hal yang tak semestinya mereka tanggapi
Mereka yakin bahwa hidup bagai matahari,
Tidak semua menyukai keberadaannya, namun mereka tetap membutuhkan matahari
Matahari tak pernah lelah bersinar
Matahari tak pernah mengeluh akan dinginnya pagi
Karena matahari mampu menghangatkan
Karena matahari mengindahkan
Mereka tetap berjalan
Berlalu meninggalkan segala perih yang mengiris batin
Berlari mengejar mimpi
Terkutuklah bagi mereka yang masih berselimut di pagi ini
Sementara mereka, hanya mampu berselimut bahkan hanya dalam hitungan menit sekalipun
Begitu banyak mimpi yang mereka jemput
Untuk mereka persembahkan kepada orang-orang terkasihnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...