Langsung ke konten utama

MAKALAH DEMAM BERDARAH DENGUE


MAKALAH BIOLOGI
 
 



DEMAM BERDARAH DENGUE
 





DOSEN PEMBIMBING:

PENULIS:
ADHELITA AUDINA PRADANTI
12010002


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI
2012-2013
DAFTAR ISI

1.      Halaman Judul …………………………………………………………………………...1
2.      Daftar Isi …………………………………………………………………………………2
3.      Kata Pengantar …………………………………………………………………………...3
4.      Bab 1 Pendahuluan
A.    Latar Belakang Masalah ……………………………………………………………...4
B.     Perumusan Masalah …………………………………………………………………..4
C.     Pemecahan Masalah …………………………………………………………………..5
D.    Tujuan Penulisan ……………………………………………………………………...5
5.      Bab 2 Pembahasan
1. Demam Berdarah Dengue ……………………………………………………………...6
2.      Ciri-Ciri Nyamuk Demam Berdarah Dengue ………………………………………...6
3.      Siklus Hidup Nyamuk Demam Berdarah Dengue …………………………………7-8
4.      Gejala Penyakit yang Ditimbulkan ……………………………………………….8-10
5.      Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue ………………………………..10-11
6.      Pengobatan Penyakit Demam Berdarah Dengue ……………………………………12
6.      Bab 3 Penutup
A.    Kesimpulan ………………………………………………………………………….13
B.     Saran ………………………………………………………………………………...13
C.     Daftar Pustaka ……………………………………………………………………13-14








KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
            Saya menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing bidang studi Biologi. Dalam makalah ini saya membahas tentang DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD).
            Saya mencoba menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya. Makalah ini memang masih belum sempurna. Untuk itu, saya mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikannya dalam hal pembuatan makalah selanjutnya.
            Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua.


Bogor,  19 November 2012
Penulis















BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dewasa ini masalah mengenai kesehatan seringkali dialami oleh beberapa masyarakat, khususnya oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut dikarenakan masyarakat yang kurang peduli terhadap kesehatan lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat cenderung bersikap acuh tak acuh terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggalnya, berbagai alasan pun terlontar dan yang lebih sering adalah karena sibuknya mereka terhadap pekerjaan kantor mereka yang menguras waktu mereka.
Indonesia merupakan wilayah yang beriklim tropis, sehingga penyakit yang disebabkan oleh berbagai jenis serangga sangat banyak. Salah satunya adalah berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh nyamuk dan Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yang paling banyak dialami oleh masyarakat Indonesia.
Penyakit DBD pertama kali di Indonesia ditemukan di Surabaya pada tahun 1968, akan tetapi konfirmasi virologis baru di dapat pada tahun 1972. Sejak itu penyakit tersebut menyebar ke berbagai daerah, sehingga sampai tahun 1980 seluruh propinsi di Indonesia kecuali Timor–Timur telah terjangkit penyakit. Sejak pertama kali ditemukan, jumlah kasus menunjukkan kecenderungan meningkat baik dalam jumlah maupun luas wilayah yang terjangkit dan secara sporadis selalu terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) setiap tahun.

B.     Perumusan Masalah
1.      Apa itu demam berdarah dengue?
2.      Bagaimana ciri-ciri nyamuk demam berdarah dengue?
3.      Bagaimana siklus hidup nyamuk?
4.      Bagaimana gejala penyakit demam berdarah dengue?
5.      Bagaimana pencegahan penyakit demam berdarah dengue?
6.      Bagaimana pengobatan penyakit demam berdarah dengue?

C.    Pemecahan Masalah
1.      Demam Berdarah Dengue
2.      Ciri-Ciri Nyamuk Demam Berdarah Dengue
3.      Siklus Hidup Nyamuk
4.      Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue
5.      Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue
6.      Pengobatan Penyakit Demam Berdarah Dengue

D.    Tujuan Penulisan
1.      Memenuhi tugas biologi yang diberikan oleh dosen pembimbing
2.      Mengetahui tentang demam berdarah dengue
3.      Mengetahui ciri-ciri nyamuk demam berdarah dengue
4.      Mengetahui tentang siklus hidup nyamuk
5.      Mengetahui tentang gejala penyakit yang ditimbulkan
6.      Mengetahui cara pencegahan dan pengobatannya
















BAB 2
PEMBAHASAN

1.      Demam Berdarah Dengue
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan genusnya adalah favivirus.
Demam berdarah  (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Terdapat empat jenis virus dengue berbeda, namun berelasi dekat yang dapat menyebabkan demam berdarah. Virus dengue merupakan virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Penyakit demam berdarah ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, terutama di musim hujan yang lembap. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahunnya terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia.

2.      Ciri-Ciri Nyamuk Demam Berdarah Dengue
·         Ciri-ciri jentik Aedes aegypti:
1.      Bentuk siphon besar dan pendek yang terdapat pada abdomen terakhir
2.      Bentuk comb seperti sisir
3.      Pada bagian thoraks terdapat stroot spine
·         Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti:
1.      Bentuk tubuh kecil dan dibagian abdomen terdapat bintik-bintik serta berwarna hitam.
2.      Tidak membentuk sudut 90º
3.      Penyebaran penyakitnya yaitu pagi atau sore
4.      Hidup di air bersih serta ditempat-tempat lain yaitu kaleng-kaleng bekas yang bisa menampung air hujan
5.      Penularan penyakit dengan cara membagi diri
6.      Menyebabkan penyakit DBD
Description: http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRhHHf3i_H5-86R6IMTks4M0USIwvk8mv3zy-biCARakNUazdqj9w

3.      Siklus Hidup Nyamuk Demam Berdarah Dengue
Aedes aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari. Penularan penyakit dilakukan oleh nyamuk betina karena hanya nyamuk betina yang mengisap darah. Hal itu dilakukannya untuk memperoleh asupan protein yang diperlukannya untuk memproduksi telur. Nyamuk jantan tidak membutuhkan darah, dan memperoleh energi dari nektar bunga ataupun tumbuhan. Jenis ini menyenangi area yang gelap dan benda-benda berwarna hitam atau merah. Demam berdarah kerap menyerang anak-anak karena anak-anak cenderung duduk di dalam kelas selama pagi hingga siang hari dan kaki mereka yang tersembunyi di bawah meja menjadi sasaran empuk nyamuk jenis ini.
Infeksi virus dalam tubuh nyamuk dapat mengakibatkan perubahan perilaku yang mengarah pada peningkatan kompetensi vektor, yaitu kemampuan nyamuk menyebarkan virus. Infeksi virus dapat mengakibatkan nyamuk kurang handal dalam mengisap darah, berulang kali menusukkan proboscisnya, namun tidak berhasil mengisap darah sehingga nyamuk berpindah dari satu orang ke orang lain. Akibatnya, risiko penularan virus menjadi semakin besar.
Di Indonesia, nyamuk Aedes Aegypti umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan, dimana terdapat banyak genangan air bersih dalam bak mandi ataupun tempayan. Oleh karena itu, jenis ini bersifat urban, bertolak belakang dengan Aedes albopictus yang cenderung berada di daerah hutan berpohon rimbun (sylvan areas).
Nyamuk Aedes Aegypti, seperti halnya culicines lain, meletakkan telur pada permukaan air bersih secara individual. Telur berbentuk elips berwarna hitam dan terpisah satu dengan yang lain. Telur menetas dalam 1 sampai 2 hari menjadi larva. Terdapat empat tahapan dalam perkembangan larva yang disebut instar. Perkembangan dari instar 1 ke instar 4 memerlukan waktu sekitar 5 hari. Setelah mencapai instar ke-4, larva berubah menjadi pupa di mana larva memasuki masa dorman. Pupa bertahan selama 2 hari sebelum akhirnya nyamuk dewasa keluar dari pupa. Perkembangan dari telur hingga nyamuk dewasa membutuhkan waktu 7 hingga 8 hari, namun dapat lebih lama jika kondisi lingkungan tidak mendukung.
Telur Aedes aegypti tahan kekeringan dan dapat bertahan hingga 1 bulan dalam keadaan kering. Jika terendam air, telur kering dapat menetas menjadi larva. Sebaliknya, larva sangat membutuhkan air yang cukup untuk perkembangannya. Kondisi larva saat berkembang dapat memengaruhi kondisi nyamuk dewasa yang dihasilkan. Sebagai contoh, populasi larva yang melebihi ketersediaan makanan akan menghasilkan nyamuk dewasa yang cenderung lebih rakus dalam mengisap darah. Sebaliknya, lingkungan yang kaya akan nutrisi menghasilkan nyamuk-nyamuk.
Dalam keadaan kering telur Aedes Aegypti dapat bertahan hingga beberapa bulan, tetapi bila tergenang air akan menetas dalam waktu 1-2 hari, menjadi larva (jentik atau uget-uget) sampai dengan hari ke 4, hari ke 5 menjadi kepompong atau pupa, hari ke 6 menetas, hari ke 7 dewasa. Siklus nyamuk Aedes Aegypti mulai dari telur sampai dewasa dibutuhkan waktu 7-9 hari. Umur Description: http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQSU2_i0T2NRZl1Hd667WgrtvxL-hUeXuep9OYmtU4qX-iqx8csEQnyamuk betina rata-rata 8-15 hari dan yang jantan 6 hari lalu mati sendiri. Nyamuk Aedes Aegypti (betina) dapat menularkan Virus Dengue (Virus DBD) setelah menghisap darah seseorang yang terkena DBD. Ludah nyamuk tersebut terinfeksi virus dan akan ditularkan ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain.

4.      Gejala penyakit Demam Berdarah Dengue
1.      Demam
Demam tinggi yang mendadak, terus  – menerus berlangsung
selama 2 – 7 hari, naik turun (demam bifosik). Kadang – kadang suhu
tubuh sangat tinggi sampai 400 C dan dapat terjadi kejan demam. Akhir
fase demam merupakan fase kritis pada demam berdarah dengue. Pada
saat fase demam sudah mulai menurun dan pasien seajan sembuh hati –
hati karena fase tersebut sebagai awal kejadian syok, biasanya pada hari
ketiga dari demam.

2.      Tanda – tanda perdarahan
Penyebab perdarahan pada pasien demam berdarah adalah
vaskulopati, trombosipunio gangguan fungsi trombosit serta koasulasi
intravasculer  yang menyeluruh. Jenis perdarahan terbanyak adalah
perdarahan bawah kulit seperti retekia, purpura, ekimosis dan perdarahan
conjuctiva. Retekia merupakan tanda perdarahan yang sering ditemukan.
Muncul pada hari pertama demam tetepai dapat pula dijumpai pada hari
ke 3,4,5 demam. Perdarahan lain yaitu, epitaxis, perdarahan gusi, melena
dan hematemesis.

3.      Hepatomegali
Pada umumnya dapat ditemukan pada permulaan penyakit
bervariasi dari haya sekedar diraba sampai 2 – 4 cm di bawah arcus costa
kanan. Derajat hepatomegali tidak sejajar dengan beratnya penyakit,
namun nyeri tekan pada daerah tepi hepar berhubungan dengan adanya
perdarahan.

4.      Syok
Pada kasus ringan dan sedang, semua tanda dan gejala klinis
menghilang setelah demam turun disertai keluarnya keringat, perubahan
pada denyut nadi dan tekanan darah, akral teraba dingin disertai dengan kongesti kulit. Perubahan ini memperlihatkan gejala gangguan sirkulasi,
sebagai akibat dari perembasan plasma yang dapat bersifat ringan atau
sementara. Pada kasus berat, keadaan umum pasien mendadak menjadi
buruk setelah beberapa hari demam pada saat atau beberapa saat setelah
suhu turun, antara 3 – 7, terdapat tanda kegagalan sirkulasi, kulit terabab
dingin dan lembab terutama pada ujung jari dan kaki, sianosis di sekitar
mulut, pasien menjadi gelisah, nadi cepat, lemah kecil sampai tidak
teraba. Pada saat akan terjadi syok pasien mengeluh nyeri perut.

Masa inkubasi selama 3 – 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue. Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :
1.      Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 – 40 derajat Celsius).
2.      Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
3.      Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), mimisan (epitaksis), buang air besar dengan kotoran berupa lendir bercampur darah (melena), dan lain-lainnya.
4.      Terjadi pembesaran hati (hepatomegali).
5.      Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
6.      Pada pemeriksaan laboratorium hari ke 3 – 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal.
7.      Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan, sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.

5.      Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue
Demam berdarah dapat dicegah dengan memberantas jentik-jentik nyamuk Demam Berdarah (Aedes Aegypti) dengan cara melakukan PSN (Pembersihan Sarang Nyamuk). Upaya ini merupakan cara yang terbaik, ampuh, murah, mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat, dengan cara sebagai berikut:
1. Bersihkan (kuras) tempat penyimpanan air (seperti : bak mandi / WC, drum, dan lain-lain) sekurang-kurangnya seminggu sekali. Gantilah air di vas kembang, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain  sekurang-kurangnya seminggu sekali
2. Tutuplah rapat-rapat tempat penampungan air, seperti tampayan, drum, dan lain-lain agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu
3.  Kubur atau buanglah pada tempatnya barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah, dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Potongan bamboo, tempurung kelapa, dan lain-lain agar dibakar bersama sampah lainnya
4.  Tutuplah lubang-lubang pagar pada pagar bambu dengan tanah atau adukan semen
5.  Lipatlah pakaian/kain yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap disitu
6.  Untuk tempat-tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras, taburkan bubuk ABATE ke dalam genangan air tersebut untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Ulangi hal ini setiap 2-3 bulan sekaliDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGV6c63Sgr3gZsxsVCxThcuHD2tJ-8x6XywGJGoIllQ_93a2VU32B50hYyai-GKuNPg8GSdhyphenhyphenkqVOsRdRpS6gYfGcY1pZeV_xDSHZWLyPKJ5qhV008oYzCG4FnJLIf0jfzQFwVSSUu0yYX/s1600/pencegahan.jpg
Takaran penggunaan bubuk ABATE adalah sebagai berikut: Untuk 10 liter air cukup dengan 1 gram bubuk ABATE
Contoh:
Untuk 10 liter air, ABATE yang diperlukan = (100/10) x 1 gram = 10 gram ABATE
Untuk menakar ABATE digunakan sendok makan. Satu sendok makan peres berisi 10 gram ABATE.
Bila memerlukan ABATE kurang dari 10 gram, maka dapat dilakukan sebagai berikut:
•  Ambil 1 sendok makan peres ABATE dan tuangkan pada selembar kertas
•  Lalu bagilah ABATE menjadi 2, 3, atau 4 bagian sesuai dengan takaran yang dibutuhkan
Setelah dibubuhkan ABATE maka:
1.  Selama 3 bulan bubuk ABATE dalam air tersebut mampu membunuh jentik Aedes Aegypti
2.  Selama 3 bulan bila tempat penampungan air tersebut akan dibersihkan/diganti airnya, hendaknya jangan menyikat bagian dalam dinding tempat penampungan air tersebut
3.  Air yang telah dibubuhi ABATE dengan takaran yang benar, tidak membahayakan dan tetap aman bila air tersebut diminum




6.      Pengobatan Penyakit Demam Berdarah Dengue
Sampai saat ini belum ada obat spesifik bagi penderita demam berdarah. Banyak orang yang sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu. Tindakan pengobatan yang umum dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah pemberian cairan tubuh (lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah, konsumsi obat yang mengandung acetaminofen (misalnya tilenol) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam serta banyak istirahat. Aspirin dan obat anti peradangan nonsteroidal seperti ibuprofen dan sodium naproxen justru dapat meningkatkan risiko pendarahan. Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah akibat pendarahan yang terjadi.
Seseorang yang terkena demam berdarah juga harus dicegah terkena gigitan nyamuk, karena dikhawatirkan dapat menularkan virus dengue kepada orang lain yang sehat.
















BAB 3
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Demam berdarah dengue ( DBD ) merupakan  penyakit yang  disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang dan hidup di daerah  tropis maupun subtropis. Indonesia merupakan salah satu negara dengan rating ( tingkat ) kasus DBD yang cukup tinggi .
Demam berdarah dengue ( DBD ) merupakan salah satu penyakit yang sampai pada saat ini belum ditemukan obat atau vaksinnya, namun dapat dicegah dengan memperhatikan kebersihan rumah, lingkungan sekitar rumah, dan biasakan pola hidup sehat yaitu mencuci tangan sebelum makan, makan makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup  atau lakukan tindakan promotif dan preventif.

B.     Saran
ü  Lakukanlah gerakan 3M untuk mengendalikan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti karena tindakan preventif lebih baik dari tindakan kuratif.
ü  Kenalilah gejala DBD sedini mungkin agar dapat mengurangi jumlah penderita DBD
ü  Biasakan pola hidup sehat
ü  Gunakanlah kelambu anti nyamuk atau lotion anti nyamuk
ü  Lakukanlah tindakan promotif kepada masyarakat sedini mungkin agar masyarakat tahu dan pahami bahaya DBD dan pentingnya penanganan terhadap kasusu DBD
ü  Segeralah membawa pasien ke rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas)terdekat,apabila terdapat tanda – tanda atau gejala DBD

C.    Daftar Pustaka







Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...