Langsung ke konten utama

PELANGI SETELAH HUJAN


PELANGI SETELAH HUJAN

     Karena sejatinya, pelangi ada pun setelah hujan serta hitam ada karena putih pun ada.
     Bagaimanapun juga, aku terlalu egois untuk selalu mengharapkan putih tanpa hitam dan ingin selalu duduk dalam lengkungan pelangi tanpa pernah hujan membasahi tubuhku. Mengapa Tuhan menciptakan hitam kalau putih saja sudah menyenangkan? Mengapa ada hujan kalau pelangi itu selalu indah?
Dalam doa, aku berucap “Tuhan.. Aku mau hidupku selalu bahagia, tanpa rasa duka, resah, bahkan air mata sekalipun.” Kemudian Tuhan menjawab doaku, “Aku tak akan mengabulkan permintaanmu.” Aku tersentak, “Mengapa Tuhan?”
Dengan lembut, Tuhan menjelaskan “Karena ketika aku memberikanmu selalu kebahagiaan tanpa pernah kau rasakan bagaimana air mata itu bisa mengalir di wajahmu, seketika itu pula kau tidak akan pernah tegar, kau tak akan mengerti tentang arti sebuah kesabaran.”
     Aku terdiam sejenak, “Kalau begitu, aku mau semua orang di dunia ini berhati putih bagai kapas, Tuhan.” Tuhan kembali menjawab dengan tenang, “Kalau begitu, darimana kamu mampu melatih kesabaranmu kalau saja semua manusia di dunia ini sudah berhati putih? Rasanya, Aku juga tak akan mengabulkan permintaanmu.”
     Permintaan aku lanjutkan, “Kalau begitu, aku harap Kau mau menuruti permintaan terakhirku, kalau aku mau segala yang indah lebih banyak dibanding dengan yang tak indah.” Perlahan Tuhan menjawab, “Itu tidak adil, sayang. Aku menciptakan semuanya sudah dengan segala keseimbangannya. Sudahlah, usah kau khawatirkan segalanya, selama kau masih menghidupkanKu dalam hatimu, Aku akan selalu memelukmu kapanpun itu. Sekarang, jalani saja hidupmu dengan segala kelapangan dada yang telah ku tanamkan benih-benihnya dalam hatimu.”
     Aku tersadar, bahwa sekarang adalah bukan saatnya aku selalu mengeluh pada Tuhan. Sekarang adalah bagaimana aku mampu membuat diriku seperti permintaan-permintaanku yang telah aku sampaikan padaNya, sekarang adalah bagaimana aku bisa selalu menghidupkan Dia yang akan selalu memelukku kapanpun aku butuh. JanjiNya tak pernah ingkar, dan tak pernah berkhianat.
     “Kebahagiaan akan tercipta dikala hatimu bersih. Kebahagiaan hadir karena sebelumnya kau merasakan pedih. Sejatinya, pelangi hadir itu setelah hujan, sayang”
     Kini, aku akan mencoba melangkahkan kakiku bersama benih-benih kebaikan yang telah Tuhan tanam dalam hatiku. Biarlah mereka mencoba menghancurkanku, aku akan bertahan dalam getir hidup ini. Karena aku, punya Tuhan yang selalu hidup dalam hati ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...