Kala pagi ku buka mata, ku kira semuanya
runtuh
Apa yang hadir dalam pandangan alam bawah
sadarku tak sepenuhnya nyata dalam realita cerita
Meski dia telah membendung dirinya untuk
sejenak menjauh dari harapanku, atau mungkin selamanya
Tak bisa ku elakkan bahwa hati ini sebenarnya
merintih
Menahan segala pedih
Terhentinya kisah yang terlalu sulit ku
pertahankan dalam perjalanannya yang memilukan
Aku tak pernah tahu apa yang ada dalam
benaknya
Ketika dia memutuskan untuk meninggalkan
bayangannya dalam hidupku yang mungkin akan terlalu rapuh
Tapi, tapi aku mencoba menghargai atas segala
yang ada dalam pikirannya,
dalam batinnya,
dan yang terlahir dibibirnya
aku mencoba melukis senyum yang dulu sering
ku berikan teruntuk dia
bahkan ketika bayangnya mulai menjauh
meski seandainya mata mampu menembus jauh ke
dalam hatiku, sebenarnya aku menangis, menangis, dan menangis
itu semua tak tertahankan
karena ketika aku berusaha menguatkan hatiku,
sesungguhnya hati ini akan terus mengalirkan deraian air yang tak pernah ku
tahu kapan akan terhenti
terkadang pula, ketika aku hampir berhasil
melupakannya, memori indah itu kembali melintasi alur hidupku
mungkin memang itulah otak manusia yang Tuhan
ciptakan
dan aku tak memiliki nalar untuk
menjabarkannya dalam kata yang rinci
semua kebesaranNya
namun, aku percaya cerita ini mampu
mendewasakan aku
karena dari kehilangan, aku mampu belajar
tentang arti sebuah ikhlas
karena dari kesedihan ini, aku juga mampu
belajar untuk tegar
dan karena dari kesakitan ini, aku juga
mengerti tentang arti sebuah penghargaan untuk perasaan
seharusnya aku berterima kasih pada Tuhan
karena Dia telah menunjukkan orang yang salah dan aku juga percaya bahwa Dia
akan segera menggantinya dengan segala keindahan yang berlipat ganda
karena yakinku, rencana Tuhan akan selalu
indah
dan semua hanya waktu yang dapat menjawabnya
ketika aku bersabar, aku akan petik buah dari
segala perjuanganku
dan, tak ada alasan untukku mengeluhkan semuanya pada Tuhan
sangat tidak pantas
semoga !
.jpg)
Komentar