malam memang
menakdirkan suasana kesunyian
cahaya yang
tersembunyi,
angin yang
berhembus kian menusuk,
suara-suara
halus yang entah berasal
mencoba
mencari-cari
namun tak
jua menemukan
hingga
lemah, terjatuh
bersama
peluh
menetes dan
terurai
aku bertahan
dalam kesunyian yang mengelilingi
meski aku
berada di tengah ribuan manusia bersenda gurau
tertawa,
canda,
bahkan
berlarian memutariku
sementara
aku?
aku yang
mencari arah
sibuk dengan
segenap kepastian
menanti
angin yang menyentuh lembut
bersama
mereka yang sibuk dengan dunianya
bagai daun
yang merunduk pada musim semi
bagai
matahari yang enggan tersenyum pada siang hari
bagai bulan
yang enggan nampak pada malam hari
kesunyian
ini memaksaku untuk pergi
pergi
menjauh dari mereka yang tak pernah peka
jauh,
tinggalkan semua
kembali
menanti angin
yang tak
kunjung ku rasa hadirnya
Komentar