Langsung ke konten utama

BUNDA.. KETIKA AKU JATUH


dalam alunan keresahan
aku jatuh dalam harapanku
harapan yang telah lama ku ukir
kini harus rela ku tinggalkan semuanya
sebelumnya, aku tak pernah merajut tentang kisah ini,
cerita ini,
membuatku semakin tersungkur
air mata yang mengantre di kelopak mataku
dan akhirnya tak tertahankan
aku merasakan kegagalan sungguh teramat sungguh
hampir kurasa putus dalam asaku
tersesalkan dalam hati,
pikiranku bergejolak
namun, kala aku jatuh teramat dalam
setetes embun basahi jiwaku yang kering
Bunda..
bait-bait kata yang terucap dibibirnya
menjadi embun penyejuk kala jiwa ini terasa kering,
menjadi cahaya indah saat jiwa ini redup,
menjadi api yang membara,
membakar semangatku,
semangat bangkit,
memberi tangannya untuk ku gapai,
memberi pundaknya untuk ku sandarkan
mengukir asa yang telah pudar
Oh Tuhan.. inikah alur yang harus aku jalani ?
aku mencoba untuk tetap berpikir positif dalam kenyataannya
keinginan yang mungkin tak dapat aku capai
dan kepantasan yang bukan keinginanku yang aku terima
tanganku tetap mengadah padaMu, Tuhan
aku tetap berharap bahwa ini adalah cahaya paling terang yang Kau berikan dalam hidupku
cahaya yang takkan pernah padam
atau cahaya yang tak pernah redup
sebenarnya, aku adalah makhluk yang sangat beruntung
segala yang terbaik telah Tuhan kirim untukku
namun, akulah, aku yang terkadang tak pernah menyadari akan semuanya
maafkan aku, Tuhan
Tuhan, jaga bunda selalu
tanpanya, aku tak sanggup tegar,
berdiri melawan waktu,
berlari menggapai bintang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...