Langsung ke konten utama

JEJAK PENA

ajari aku menggunakan pena
akan aku tulis gemercik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur yang hilang sewaktu-waktu
karena aku mencintai yang sewaktu-waktu pergi, yang sewaktu-waktu diambil
aku belajar bagaimana caranya melepaskan
aku belajar bagaimana menyikapi kepergian
aku belajar mengosongkan diri dari apapun yang memenuhi
hingga setiap ruang dalam hati terasa lebih lapang dari biasanya
lalu mengisinya lagi dengan lebih tertata dan bijaksana
karena aku mencintai yang sewaktu-waktu mati, yang sewaktu-waktu harus hilang
aku belajar tentang kesendirian
betapa hidup dalam diri sendiri begitu meresahkan
aku belajar bagaimana membuat hari-hari terasa lebih lapang, selalu siap dengan kehilangan, selalu siap dengan kepergian sebab sejatinya aku tidak pernah memiliki apa-apa
Tuhan hanya menitipkanmu untuk aku cintai
aku khawatir apabila aku mencintaimu tidak dengan petunjukNya
aku takut ketika mencintaimu justru mengundang murkaNya
aku sudah berusaha sebaik-baiknya menjaga diri, menutupi keinginan besarku, namun tetap berharap mampu mencinta sekali lagi tanpa aku melupakan bahwa aku harus tetap belajar melepaskan dan menerima kembali

karena kini waktu memaksaku untuk melepasmu

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...