ajari aku
menggunakan pena
akan aku
tulis gemercik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur yang hilang
sewaktu-waktu
karena
aku mencintai yang sewaktu-waktu pergi, yang sewaktu-waktu diambil
aku
belajar bagaimana caranya melepaskan
aku
belajar bagaimana menyikapi kepergian
aku
belajar mengosongkan diri dari apapun yang memenuhi
hingga
setiap ruang dalam hati terasa lebih lapang dari biasanya
lalu
mengisinya lagi dengan lebih tertata dan bijaksana
karena
aku mencintai yang sewaktu-waktu mati, yang sewaktu-waktu harus hilang
aku
belajar tentang kesendirian
betapa
hidup dalam diri sendiri begitu meresahkan
aku
belajar bagaimana membuat hari-hari terasa lebih lapang, selalu siap dengan
kehilangan, selalu siap dengan kepergian sebab sejatinya aku tidak pernah
memiliki apa-apa
Tuhan
hanya menitipkanmu untuk aku cintai
aku khawatir
apabila aku mencintaimu tidak dengan petunjukNya
aku takut
ketika mencintaimu justru mengundang murkaNya
aku sudah
berusaha sebaik-baiknya menjaga diri, menutupi keinginan besarku, namun tetap
berharap mampu mencinta sekali lagi tanpa aku melupakan bahwa aku harus tetap
belajar melepaskan dan menerima kembali
karena
kini waktu memaksaku untuk melepasmu
Komentar