Dear Ibu...
Matahari yang tegas menunjukkan dirinya pun takkan
mampu mengalahkan kehangatan tangan lembutmu
Angin yang berhembus pun takkan mampu membawa
pergi kasihmu meski aku tak selalu menjadi apa yang Ibu inginkan
Namun Tuhan selalu bersama janjiNya bahwa ketika
aku dalam kandunganmu dulu, aku terlalu takut untuk menatap dunia, namun Tuhan
menjanjikan bidadari yang akan selalu menemaniku bahkan merelakan nyawanya demi
aku sekalipun. Ketika itu pula, aku percaya bahwa Tuhan tak pernah ingkar
dengan semua janjiNya bahkan hingga saat ini aku merasakan pembuktianNya
Dear Ibu...
Sesungguhnya setiap kali hadir tanggal 24
September aku bimbang haruskah aku bahagia atau bersedih ? Ya, aku bahagia
karena pada tanggal itu Ibu merasakan hari dimana semua terasa lebih istimewa,
tapi di lain hal aku bersedih karena sesungguhnya aku belum siap melihat
rambutmu memutih perlahan, kulitmu tak sekencang dulu, dan terlebih aku terlalu
takut kehilangan untuk tidak bersama lagi dengan bidadari yang dikirim Tuhan
Tapi, inilah hidup, kalau ada pepatah yang bilang
bahwa kasih Ibu sepanjang masa dan kasih anak sepanjang jalan, aku bisa
menunjukkan padamu bahwa kasih kita bisa berjalan bersamaan sepanjang masa,
meski nyawa yang menjadi taruhannya, akan aku berikan demi Ibu yang selalu
menjadi kekuatanku
Dear Ibu...
Dalam setiap doa yang ku terbangkan, aku selalu
menyelipkan nama indahmu
Doa demi kebahagiaanmu, kebahagiaan yang sempurna
untukmu
Meski aku belum cukup memberikanmu kebahagiaanmu,
namun dalam setiap usaha dan doaku wajahmu menjadi satu-satunya yang
mengangkatku ketika aku mulai lupa akan tujuan dan harapanku
Dear Ibu...
Semoga di umur yang baru ini, kita masih bisa
bersama dalam ikatan cinta yang utuh dan sempurna
Diberikan kebahagiaan dan kesejahteraan untuk
selalu menemaniku
Menuntun aku menempuh hidup yang semakin keras
Teruslah berdoa, dan restui setiap langkah yang
aku lalui, Bu
Selamat Ulang Tahun Ibu Sayang
Percayalah, aku selalu sayang
“Percayalah hanya diriku yang paling mengerti
kegelisahan jiwamu, Ibu.. dan arti kata kecewamu. Ibu yakinlah hanya aku yang
paling memahami besar arti kejujuran diri, indah sanubarimu, Ibu.. percayalah”
“Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang
tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi di waktu kecil”
Komentar