Langsung ke konten utama

DI SUDUT RUANG HAMPA


hujan malam itu mengingatkanku pada cerita silam tentang kau dan aku
cerita tentang aku dan semua perasaan yang masih rapi tersimpan jauh di dalam hati
dimana di dalamnya terselip selembar namamu yang hingga sampai saat ini tak jua kau lihat
dalam sudut ruang itu, terkadang aku berharap kau mengerti maksud tentang semua pancaran yang berbinar di mataku
dan di sudut ruang itu pula, terkadang tertinggal sebuah angan tentang harapa untuk bisa bersandar di bahumu dalam waktu yang lebih lama, bahkan hanya untuk sekedar menghabiskan waktuku
dimana aku bisa merasakan kokohnya bahu seorang malaikat tanpa sayap dan hangatnya hembusan nafas saat kau bisikkan sebuah doa yang terselip namaku
tapi, waktu kembali menyadarkanku bahwa aku hanya sedang berada di sudut ruang hampa
sudut ruang yang semuanya hanya dapat aku lihat dan rasakan tanpa bisa aku sentuh sutuhnya
aku terjebak dalam sudut ruang itu, bahkan aku terlanjur nyaman di dalamnya meskipun terkadang waktu kian menamparku untuk segera sadar dan berlalu
ya, berlalu untuk segera pergi dan meninggalkan perasaan itu
namun semua tidak semudah itu, mungkin sebagian diriku ada yang tertinggal disana
entah usang atau bahkan tertelan waktu, aku merindukanmu
Dear Someone…
entahlah, sampai kapan aku akan menyerah dengan semua perasaan ini
perasaan yang sangat rapi tersimpan pada tempatnya dan sulit terbenahi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...