hujan malam itu mengingatkanku pada
cerita silam tentang kau dan aku
cerita tentang aku dan semua perasaan
yang masih rapi tersimpan jauh di dalam hati
dimana di dalamnya terselip selembar
namamu yang hingga sampai saat ini tak jua kau lihat
dalam sudut ruang itu, terkadang aku
berharap kau mengerti maksud tentang semua pancaran yang berbinar di mataku
dan di sudut ruang itu pula, terkadang
tertinggal sebuah angan tentang harapa untuk bisa bersandar di bahumu dalam
waktu yang lebih lama, bahkan hanya untuk sekedar menghabiskan waktuku
dimana aku bisa merasakan kokohnya bahu
seorang malaikat tanpa sayap dan hangatnya hembusan nafas saat kau bisikkan
sebuah doa yang terselip namaku
tapi, waktu kembali menyadarkanku bahwa
aku hanya sedang berada di sudut ruang hampa
sudut ruang yang semuanya hanya dapat
aku lihat dan rasakan tanpa bisa aku sentuh sutuhnya
aku terjebak dalam sudut ruang itu,
bahkan aku terlanjur nyaman di dalamnya meskipun terkadang waktu kian
menamparku untuk segera sadar dan berlalu
ya, berlalu untuk segera pergi dan
meninggalkan perasaan itu
namun semua tidak semudah itu, mungkin
sebagian diriku ada yang tertinggal disana
entah usang atau bahkan tertelan waktu,
aku merindukanmu
Dear Someone…
entahlah, sampai kapan aku akan menyerah
dengan semua perasaan ini
perasaan yang sangat rapi tersimpan
pada tempatnya dan sulit terbenahi
Komentar