Langsung ke konten utama

HAPPINESS OF 20

2nd August wish !
Ya Allah...
Telah sampai kembali pada waktu dimana 20 tahun yang lalu Kau izinkan aku melihat kebesaranMu, mengagumi kekuasaanMu
Ya Allah...
Terima kasih untuk segala anugerah, nikmat dan karuniaMu untuk kehidupanku yang telah mencapai angka 20
Ya Allah...
Tanpamu aku takkan pernah ada, mungkin untuk sampai pada angka 20
Ya Allah...
Terima kasih Kau telah menanamkan janinku di dalam rahim ibuku yang amat luar biasa, takkan pernah ada yang menandingi kehebatannya di dunia ini
Ya Allah...
Terima kasih Kau telah menempatkan aku untuk tumbuh di tengah keluarga yang penuh kasih sayang, belaian ayah yang kokoh namun menghangatkan, belaian ibu yang kelembutannya tak terkalahkan
Ya Allah...
Terima kasih Kau telah menyempurnakan kehidupanku dengan mengirimkan sahabat-sahabat yang tak pernah lelah mendampingiku, mengajarkan aku berbagai cerita kehidupan realistis dan terima kasih Kau telah melengkapinya pula dengan mereka yang tak pernah menginginkan keberadaanku disini, karena merekalah aku menjadi kuat untuk tidak menyerah menyelesaikan cerita ini
Ya Allah...
Terima kasih untuk malaikat-malaikat tak bersayap pilihanMu yang menemani langkahku hingga saat ini, tepat saat aku telah mencapai angka 20
Ya Allah...
Teruslah hidup di dalam hatiku, teruslah pancarkan cahayaMu dalam langkahku, dan teruslah genggam tanganku untuk menuntunku menemukan jalan yang terus membawaku pada sebuah kebaikan, kebahagiaan hakiki hingga sampai pada akhir sebuah angka dimana aku harus pulang bersamaMu, dimana semua kebahagiaan telah mereka dapatkan dariku, dan dimana sebuah kebencian telah mereda dihatinya
Ya Allah...
Kasihilah mereka sebagaimana Engkau mengasihiku, cintailah mereka sebagaimana Engkau mencintaiku
Tuntun selalu langkah kami agar kami tetap selalu berada dalam lingkaran yang Engkau ridhoi
Ya Allah...
Terima kasih untuk angka 20 ini
Terima kasih telah Kau izinkan aku tetap berdiri tegar pada angka 20
Dan izinkan kembali aku melangkah melalui angka 20 hingga aku menemui angka-angka



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...