Langsung ke konten utama

SENANDUNG BINTANG

sinar bintang penghantar malam dalam kesejukan
hembusan angin menyambut sinar mentari esok
awan berarak melukiskan namaMu, menunjukkan kebesaranMu
Ya Allah...
Terima kasih atas segala anugerah yang telah tercurah ke dalam kehidupan yang aku lalui
Saat tak ada lagi bahu untukku bersandar, saat tak ada lagi kedua tangan yang memelukku disaat aku melemah, masih ada lantai suci yang Kau sediakan untukku menumpahkan segala yang terangkul di pundakku
Ya Allah...
Ku angkat kedua tanganku dan ku lantunkan tiap bait doa dengan harapan akan sampai menuju langit menembus batas, menyentuh hati malaikat-malaikatMu
Ya Allah...
Bukan aku menyerah atas semua yang telah ku perjuangkan selama ini.. tapi, ketika cinta itu menuju rumahnya maka ia akan pulang dengan atau tanpa harapan
Ya Allah...
Dengan atau tanpa harapan itu kini ku serahkan semua kepadaMu Yang Maha Pemilik Cinta sesungguhnya.. disini, aku masih berusaha menguatkan segenap keras hati yang menentang logika, melunakkannya perlahan dan menenangkannya kembali untuk hidup kembali dengan cahayaMu
Ya Allah...
Meski pada akhirnya aku tersadar bahwa semua takdirMu lebih baik atas apa yang aku harapkan, aku akan terus memohon kepadaMu untuk senantiasa melindungi hati kecilku yang Kau tanamkan benih cinta membahagiakan dan abadi jau di dasar jiwa, senantiasa memeliharaku ari segala bentuk kekecewaan dan merangkulku dari semua kelemahanku
Ya Allah...
Saat aku kehilangan harapan dan tujuanku, teguhkanlah hati ini bahwa takdirMu jauh lebih indah dari semua yang aku harapkan dan aku inginkan
Ya Allah...
Ketika suatu saat mataku kembali tertutup, bukalah kembali semua mataku dengan kilau indah cahayaMu agar aku tetap berada di jalanmu, bangunkan aku segera dari istirahatku mencari ridhoMu, Wahai Dzat Pemilik Semesta



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...