Langsung ke konten utama

MENCINTAIMU DALAM ILUSIKU

dalam lembar ini ajari aku sedikit melukiskan kisah tentang perjalanan yang tiada akhir
di sudut kejauhan, tampak sebuah telaga yang jernih tak terbendung
airnya mengalir begitu deras tak terhentikan
di sudut kejauhan, aku memusatkan pandanganku pada tempat yang membuat anganku melayang
tempat dimana aku bisa bersamamu sampai batas waktu yang tak ditentukan
dan pada akhirnya aku menyadari bahwa aku mencintaimu dalam ilusi
ilusi yang selalu menerka tentang keberadaan aku dihatimu
meski tidak sepenuhnya aku berharap, aku juga takkan bisa lari dari kenyataan bahwa aku tetap saja berharap kamu
memang pada awalnya aku mencoba untuk tidak memusatkan diriku pada harapan itu, tapi kian lama aku sadar bahwa sejatinya aku hidup bersama harapanku, harapan yang membuatku bertahan hingga batas waktu yang tak ditentukan karena aku hanyalah manusia, manusia yang tidur dan bermimpi, manusia yang melamun dan berkhayal
meski terkadang aku takut, aku takut ilusiku menikam diriku sendiri, menerka-nerka tentang jawaban atas ilusi ini
entahlah, aku hanya berserah kepada Sang Pemilik Cinta sesungguhnya bahwa aku mencintainya dalam ilusiku sendiri, hingga tiba waktunya nanti Tuhan mengirimkan jawaban atas semua ilusiku yang sibuk menerka kian kemari
entah aku harus larut dalam ilusiku atau entah aku akan hidup berdampingan dengan apa yang menjadi ilusiku sendiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...