Langsung ke konten utama

HUJAN DAN AWAN

tentang hujan, 
sebuah cerita yang teduh
setiap butirnya melukiskan keabadian
menghantarkan kedamaian bagi alam dan seisinya
menyuburkan kembali jiwa yang kering
tentang hujan, 
sebuah cerita yang tak pernah ada habisnya
membahagiakan aku, bermain bersama runtuhnya air dari awan
awan tempat hujan itu berkumpul yang akhirnya jatuh basahi bumi
hujan tak pernah bertanya pada awan mengapa ia harus jatuh ke bumi
karena hujan tahu bahwa disanalah tempatnya berteduh
meski ia meneduhkan, tapi hujan juga butuh tempat untuk berteduh
dan aku tetaplah menjadi aku, sementara kamu aku tak pernah tahu bagaimana kamu sesungguhnya
aku tak bisa menjadi hujan dan kamu pun takkan bisa menjadi awan bagiku
bayangmu semakin jauh bahkan hampir hilang
seiring harapanku yang kini telah aku coba letakkan perlahan dalam kotak kenangan
sekuat tenaga dalam hati, aku memupuk harapanku untuk dapat mengubah imajinasi ini
tapi… apalah daya, aku hanya wanita yang lemah akan sebuah harapan
semuanya menjadi semakin semu, harapanku kini pupus dan impianku tentangmu kini telah aku serahkan pada Tuhan
karena aku tahu, hatimu bukanlah tempatku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...