Langsung ke konten utama

HEI, MELANKOLIA

gemericik hujan tadi malam mengantarkanku pada keheningan malam yang kian mengaung
aromanya yang khas menemaniku dalam kesunyian
denting waktu terdengar nyata seolah mengajakku bergurau
tunduk wajahku meresapi hawa yang dibawa hujan sedari senja
menghempas perlahan seluruh asaku
angin menerpa pepohonan seolah mengajakku menari bersama melupakan aku dari mimpi kosong dan warna semu
tapi aku tak kuasa menggerakkan tubuhku dengan lincah
semuanya jatuh, semua yang dulu aku rakit hingga mencapai langit kini berguguran satu demi satu
biarkan aku berdiri di tengah hujan, bahkan badai sekalipun
biar mereka tak pernah tahu air mata yang kian lama tertahan di kelopak mata
apalah arti sebuah mimpi jika itu kosong, apalah arti sebuah harapan sang melankolia yang mungkin lemah tersentuh relungnya
aku rindu menatap bintang yang tak jemu menemani bulan
aku rindu memanjakan telingaku mendengar sajak indah hatimu
aku rindu tatapan sendu matamu menyongsong jauh ke dalam hatiku
namun, sang melankolia kini merindukan semua mimpi menjadi nyata
namun apalah arti sebuah mimpi kosong sang melankolia yang kini tetaplah kosong

sadarlah sebelum aku lelah, melepas semua asa, dan merangkai mimpi baru bersama dia yang segera hadir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...