gemericik hujan tadi malam
mengantarkanku pada keheningan malam yang kian mengaung
aromanya yang khas menemaniku
dalam kesunyian
denting waktu terdengar nyata
seolah mengajakku bergurau
tunduk wajahku meresapi hawa yang
dibawa hujan sedari senja
menghempas perlahan seluruh asaku
angin menerpa pepohonan seolah
mengajakku menari bersama melupakan aku dari mimpi kosong dan warna semu
tapi aku tak kuasa menggerakkan
tubuhku dengan lincah
semuanya jatuh, semua yang dulu
aku rakit hingga mencapai langit kini berguguran satu demi satu
biarkan aku berdiri di tengah
hujan, bahkan badai sekalipun
biar mereka tak pernah tahu air
mata yang kian lama tertahan di kelopak mata
apalah arti sebuah mimpi jika itu
kosong, apalah arti sebuah harapan sang melankolia yang mungkin lemah tersentuh
relungnya
aku rindu menatap bintang yang
tak jemu menemani bulan
aku rindu memanjakan telingaku
mendengar sajak indah hatimu
aku rindu tatapan sendu matamu
menyongsong jauh ke dalam hatiku
namun, sang melankolia kini
merindukan semua mimpi menjadi nyata
namun apalah arti sebuah mimpi
kosong sang melankolia yang kini tetaplah kosong
sadarlah sebelum aku lelah,
melepas semua asa, dan merangkai mimpi baru bersama dia yang segera hadir
Komentar