Langsung ke konten utama

SEPERTI AIR


seperti air yang melewati batas bendungan
meresapi setiap syair yang berkumandang merdu
menikmati megahnya bintang yang setia bersama bulan
ketika mentari mulai lelah dan kembali beristirahat
senandung bait-bait indah mengalun dibibirnya
merasuk perlahan hingga ke ulu hati
lengkung indah dibibirku menggoreskan sebuah isyarat
isyarat bahwa aku bahagia
ya, aku bahagia kala aku disampingmu
aku bahagia kala kau genggam tanganmu
hangat sentuhanmu amat kurasakan dalam
bahkan aku sangat menikmatinya
andai aku punya kendali atas waktu itu
takkan pernah ku biarkan waktu terus berputar
wajahnya yang teduh membuat aku seolah berada di naungan kala hujan turun dengan teramat derasnya
hangat kasihnya membuat aku tak mampu melepasnya
mata ini pun seolah tak sanggup aku kedipkan
aku takut,
ya.. aku takut semua ini mimpi
bunga tidurku yang tak pernah padam membahagiakanku dalam kebisuan
merasakan setiap detik bersamanya membuatku mengerti arti sebuah kebersamaan
dengannya yang aku mengerti sebuah cinta tanpa syarat
kata-katanya yang penuh isyarat
membuat hatiku makin jatuh ke dalam samudera terindahnya
aku mengerti, bahkan aku sangat mengerti
tentang semua yang terucap dibibirnya
aku mencintaimu,
dan semoga kau mengerti


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...