Langsung ke konten utama

POTRET NEGERIKU (Gantar Historia)


Diri ini pun terbangun dengan mantapnya
Seolah siap tuk menantang dunia
Dunia yang selalu berlari tanpa kenal lelah
Sang mentari bersinar dengan megahnya
Menggulung selimut kabut dari bumi pertiwi
Meniupkan nafas kehangatan di bumi pertiwi
Bumi yang begitu indah dengan sejuta pesonanya
Pesona yang takkan pernah mampu dilukiskan di atas kanvas
Yang tak mampu diurai dalam ribuan bait kata
Ya, inilah INDONESIA !
Negeri dengan sejuta keajaiban
Negeri yang tak pernah kekurangan
Negeri yang KATANYA SUDAH MERDEKA
SUDAH MERDEKA ???
Apakah ini pantas disebut KEMERDEKAAN ???
Kemiskinan… Kesengsaraan... Ketidakadilan…
Masih jadi jubah negeri ini
Negeri yang belum mengerti arti SEBUAH KEMERDEKAAN
Arti sebuah pengorbanan dan arti sebuah pengharapan
Apakah harus bertanya kepada langit tuk tahu wujud kemerdekaan ?
Apakah para pahlawan harus bangkit tuk mengajarkan arti sebuah pengorbanan ?
Ya, inilah INDONESIA !
Negeri yang belum tahu arti KEMERDEKAAN !
Negeri yang telah kehilangan semangat para pejuang
Sebuah negeri yang masih mencari,
Mencari akan arti SEBUAH KEMERDEKAAN



design 
by Gantar Historia Anandari Muliahara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...