Langsung ke konten utama

MENYENTUH BAYANGMU


 sengaja tak ku ungkapkan semua yang tertanam dalam hati ini
aku tak ingin menghancurkan semua yang telah aku rajut selama ini
aku lelah menanti, namun aku terlanjur menaruh hati
hingga terasa begitu sulit menarik kembali hati yang telah ku lemparkan untuknya
aku mencintaimu, tanpa perlu hadir
karena aku akan menemuimu dalam anganku
aku mencintaimu, tanpa perlu kata
karena aku yakin kau mampu mendengar jeritan hati yang kian memanggil namamu
mencintaimu,
aku tenang, hingga aku terhanyut dalam kebahagiaan
namun mungkin semuanya semu
senja yang hadir menemani membuatku bernafas lega
karena aku mencintaimu dalam keteduhan
mengalahkan teduhnya angin senja saat kau genggam tanganku
tapi, itu hanya imajinasi terindahku bersamamu
aku tak habis pikir bagaimana aku bisa mencintai seseorang yang hanya terkuak dalam imajinasiku
bahkan, menyentuhnya pun tak pernah ku rasakan.. sedikitpun !
bagaimana bisa semua ini terjadi ?
aku yakini, bahwa hanya Tuhan yang mampu mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin
mungkin ini memang sudah takdirNya
Dear you…
entah sampai kapan aku harus menunggumu
menunggu imajinasiku berubah nyata
menunggu aku akan mampu menyentuh bayangan
mungkin, ketika semua berubah menjadi nyata
kau akan meninggalkanku atau tetap denganku
namun satu hal yang pasti kau ingat,
aku pernah menunggumu dalam waktu selama ini
atau kau akan tetap bersamaku,
aku harap kau tak berubah dari imajinasiku dulu
aku melukiskan dirimu terlalu sempurna dalam cerita indahku
hingga mungkin aku terlalu sulit mengelak bahwa kau hanyalah imajinasi
imajinasi yang mungkin akan menjadi nyata
namun, kenyataan tak selalu nyata
dan imajinasi tak selalu hanya bayangan
aku ingin kau tahu,
aku bahagia saat bayanganmu mulai terbentuk dipikiranku
aku tenang meski kau tak disisiku
aku merasa kau ada disampingku, meski hanya sebuah bayangan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...