Langsung ke konten utama

LET IT FLOW


LET IT FLOW

Cinta memang tak seharusnya selalu menggunakan perasaan, namun tak seharusnya pula selalu mengandalkan logika. Perasaan dan logika harus saling melengkapi.
Temanku pernah bertanya padaku tentang kegalauannya melawan logika dan perasaan. Dia bertanya padaku, bagaimana jika dia menyayangi wanita dan wanita itu terlalu sibuk dengan dunianya?
Cinta adalah sebuah keikhlasan. Sebelum kau memberanikan diri untuk menyayangi seseorang, kau harus memberanikan diri untuk ikhlas menjalani segala hal yang akan terjadi nanti, karena semua aksi mempunyai resiko tersendiri. Dia yang sibuk dengan dunianya, dia yang terkesan tak pernah memikirkan hal sekitar saat dia asyik dengan dunianya sebenarnya orang-orang seperti itulah yang sangat membutuhkan orang lain sebagai teman hidup bergeraknya, namun terkadang kau salah menyikapinya dan cenderung menentang apa yang sudah dia selami.
Cobalah, perlahan kau masuk ke dalam dunianya, mengikuti arus hidupnya, meski terkadang kau tidak kuat, percayalah kekuatan cinta yang tulus mengalahkan segalanya. Saat kau ikhlas menjalaninya, kau akan tetap bahagia demi dia yang kau sayangi. Kau tak perlu menentang dengan apa yang sudah dia lakukan sebelum kau mencoba menjadi bagiannya, karena dengan kau lakukan itu justru kau akan membuatnya semakin berpikir bahwa dunianya jauh lebih membuatnya bahagia daripada bersama kau.
Sekarang, yang harus kau lakukan, kau harus ikhlas menjalani semuanya kalau kau memang benar mencintainya. Dengan kau ikhlas mengikuti kehidupannya, kau akan membuatnya nyaman bila kau sedang bersamanya, dan ketika hal itu terjadi, dia akan merasa kehilangan saat kau tak bersamanya dan itu membuat kau sangat berarti dihidupnya. Kau harus sabar dan tanamkan dipikiranmu bahwa ini akan mengalir seperti air yang tahu dimana dia akan bermuara. Pada dasarnya, alam pun berbahasa, pertanda baik yang kau ciptakan cenderung akan mewujudkan sesuatu baik yang akan kau terima darinya. Memang terkadang bahkan seringkali logika membunuh perasaanmu dan perasaan membunuh logikamu, maka jangan pernah kau bosan untuk mempelajari kehidupanmu sendiri terlebih dahulu, kapan kau harus menggunakan logikamu dan kapan kau harus menggunakan perasaanmu. Dengan seimbangnya kedua hal itu, maka kau akan dapatkan kebahagiaan cinta yang luar biasa yang tak pernah kau harapkan pamrih dari sebuha cinta yang kau tanamkan pada seseorang. Namun, sebelum kau mencoba untuk menyayangi orang lain, alangkah baiknya kau sayangi terlebih dirimu sendiri.
Mintalah pada Tuhan untuk selalu memberikanmu kekuatan dalam menjalaninya, karena hanya dengan kekuatan dariNya kau mampu melewati segala terjal yang menjulang tinggi dan segala badai yang mencoba meruntuhkanmu. Tak perlu kau meminta Tuhan untuk membuatnya berubah, mintalah pada Tuhan agar kau selalu diberikan keikhlasan untuk selalu menerima apapun yang diberikanNya untuk hidupmu. Janji Tuhan takkan pernah ingkar, semua akan indah pada waktunya jika Tuhan memang sudah melihat usahamu yang sungguh luar biasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...