Langsung ke konten utama

TERUNTUK KAMU, DAN INI UNTUK AKU

hujan di luar, entah bagaimana aku mengingat senyummu dan masih saja belum mengerti mengapa selalu berputar di kepalaku, dan membuatku berdebar
ketika kau genggam tanganku dan kau nyatakan sesuatu yang ku tunggu, hujan turun semakin deras, aku semakin larut di dalamnya, dan aku semakin sadar bahwa aku sudah sepenuhnya terlanjur jatuh padamu, jika memang kau benar yang terbaik, jatuhkan aku sejatuh-jatuhnya pada cinta yang baik, pada cinta yang ikhlas yang kau berikan untuk aku, untuk seluruh kehidupanku
teruntuk kamu, yang selalu memberikan kenyamanan-kenyamanan disetiap genggamanmu, membuatku tertawa dengan hangat dan membuatku merasakan menjadi seberharga-berharganya wanita
teruntuk kamu, yang membuatku mengerti arti rindu sesungguhnya, yang membuatku selalu menanti ucapan hangat sebelum memejam dan bermimpi tentang kita
teruntuk kamu, yang selalu bersedia mendengarkan cerita demi cerita yang mungkin tidak sedikitpun penting bagimu namun tetap saja dengan seksama kau pasang kedua telingamu dan mendengarkan setiap celotehanku, itu menyenangkan, itu membahagiakan
teruntuk kamu, yang memberikan pengalaman bahagia yang paling bisa aku terima, saat kau menyatakan apa yang ku tunggu dan kau ingin bersama
ini untuk aku, seseorang sepertimu mungkin tidak selalu mengerti tentang apa yang aku maksud tapi seseorang sepertimu sudah masuk ke dalam hati, menempati bagian kosong di dalamnya, bersemayam disana, kokoh tumbuh di dalam sana
teruntuk aku, suatu saat nanti izinkan aku pinjam bahumu untuk bersandar ya dan pinjam tanganmu sebagai satu dari sekian banyak sumber kekuatanku
teruntuk aku, aku mohon selalu yakinkan dirimu bahwa kau adalah seseorang yang pantas aku perjuangkan sebagaimana aku selalu meyakini diriku bahwa aku adalah seseorang yang pantas kau perjuangkan
dan ini teruntuk kita berdua, di depan nanti akan ada banyak aral melintang meruntuhkan kita, yakinlah selama kita masih berpegangan tangan, kita akan sampai pada tempat tujuan
teruntuk kita berdua, semoga lelah yang kita rasakan nanti, itu hanya sebagai penguat rasa yang tumbuh di dalam dada, bukan perusak yang akhirnya saling menyakiti
dan ini teruntuk kamu yang membuat hatiku jatuh dan tak ingin ku ambil lagi, simpan aku di tempat terindah di dalam hidupmu, dan pastikan hanya ada aku disana, dan biarkan aku tumbuh dengan cinta cinta yang baik untukmu, yang suatu saat nanti akan kau petik untukmu sendiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...