Langsung ke konten utama

JUST THE WAY I AM

saat aku memutuskan untuk bersamamu, menjalin sebuah hubungan denganmu, aku tidak pernah berniat menguasai kehidupanmu
kau boleh saja melakukan apapun yang kau suka, yang kau mau, dan yang bisa membuatmu bahagia, lakukan saja
aku percaya, saat kau memutuskan untuk memilih aku, saat itu pula komitmen kita terjalin, dan aku sangat percaya kau adalah seseorang yang mampu menjaga semuanya dan aku sangat percaya kau adalah seseorang yang pantang merusak janji, terlebih janji itu kau yang buat, aku percaya kau, seutuhnya
saat tidak ada yang tertutupi diantara kita, saat itu pula keeratan hubungan kita menguatkan kita
saat kepercayaan dan kejujuran masih berada di urutan teratas, saat itu pula perjuangan kita tidak pernah berakhir sia-sia
aku tidak pernah memaksamu melupakan masa lalu dan menghapus semua kenangannya, karena aku sadar itu sulit dan tidak akan pernah bisa
tapi aku juga tahu bahwa kau adalah seseorang yang bijaksana, yang tahu bagaimana menempatkan masing-masingnya sesuai dengan porsinya
aku terlanjur sayang kamu dan aku mau memperjuangkan orang yang berjuang untukku, aku mau bertahan dengan kau yang mempertahankanku, dan aku mau menjaga janji janji dengan seseorang yang selalu menjaga janji janjinya untukku
tak perlu menjadi matahari untuk bisa selalu menghangatkan pagiku, begitupun tak perlu menjadi pelangi untuk bisa selalu terlihat berwarna, karena sesungguhnya kau lebih dari sekedar matahari dan pelangi, cukup peluk aku lebih erat saat aku mulai lelah, cukup sediakan bahumu untuk aku bersandar sejenak melepas penat, cukup usap lembut air mataku saat aku tak kuasa menahan beratnya perjuangan ini dan cukup genggam erat tanganku saat aku ingin beranjak pergi
tenangkan aku saat emosiku mulai tak terkendali, ingatkan aku saat aku melakukan kesalahan
apapun yang terjadi di depan nanti, cepat atau lambat, percayalah sayang, semua hanya bagian yang menuntut kita untuk belajar saling memahami, bukan saling menjatuhkan apalagi memilih pergi, bukan ! tetaplah disini sayang, dihati yang selalu menjadi tempatmu pulang, selalu menjadi tempatmu berteduh, dengan tanpa terpikir untuk mencari tempat baru
tetaplah bersamaku, menjadi malaikatku, malaikat tanpa sayap yang selalu aku semogakan abadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...