Langsung ke konten utama

SUDAH SEPANTASNYA AKU...

aku..
aku pernah jatuh berkali kali dan kemudian bangkit berkali kali
aku pernah gagal dan kemudian mencoba lagi, meski gagal lagi dan jatuh lagi
aku..
aku pernah menangis di malam hari, bahkan di tengah larutnya malam
pernah tak sanggup pejamkan mata, menahan perihnya kegagalan akan sebuah harapan
tapi aku..
aku punya mereka yang selalu menopangku disaat aku jatuh, aku punya mereka yang selalu mengajakku berdiri kembali, aku punya mereka yang menahanku untuk tidak tenggelam dalam keputusasaan
sampai akhirnya aku..
aku sadari, bahwa setiap yang tergariskan dalam hidupku, Tuhan selalu memberikan alasan di dalamnya
cepat atau lambat, Tuhan akan menunjukkan mengapa semuanya terjadi dan hanya terjadi saat itu
sampai akhirnya aku..
aku sadar kembali dan aku bersyukur atas semua yang sudah Dia gariskan untuk perjalanan ceritaku
Dia Maha Tahu, tahu apa yang sesungguhnya yang aku butuhkan meski itu bukan apa yang aku harapkan, tahu apa yang terbaik untuk ke depannya meski bukan yang aku bayangkan
tapi semua terasa istimewa karena sesuatu yang dibutuhkan dan terbaik pemberianNya, tidak pernah Dia simpan sejauh ini
dan aku..
aku semakin paham, bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang impian yang mampu terwujud melainkan mensyukuri atas apa yang diberikanNya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...