Langsung ke konten utama

TERIAKAN SEMU


TERIAKAN SEMU

Hatiku berteriak, tak terpecahkan
Kerasnya gemuruh batin
Meruntuhkan segalanya
Segalanya yang tak tersentuh
Bahkan mereka,
takkan pernah sanggup memberdayakan telinganya untuk mendengar semua tentang perasaan ini
ketika perlahan aku mencoba untuk membuka sebuah pintu
pintu usang,
rapuh,
namun terlalu kuat untuk aku seorang diri menghancurkannya
aku mencoba mengerahkan segala tenagaku
di dalam sana, aku ingin mengeluarkan sesuatu yang entah apa,
hal yang sesungguhnya tak pernah aku tahu
namun terlalu cukup untuk menggangguku
pada akhirnya, aku benar-benar sendiri
ku biarkan sesuatu di dalam sana bersembunyi memenuhi ruang itu
mungkin memang disanalah
atau mungkin memang beginilah keadaannya
hingga aku berpikir,
mungkin inilah salah satu alasan mereka menutup dirinya
disaat sesuatu yang berkejaran untuk keluar dari benaknya, membuncah,
namun mereka tak punya tempat untuk melepas semuanya
mereka tak punya media bergerak yang diharapkan
alhasil, semua itu kembali terpendam dalam hati
menutup diri rapat, bahkan sangat rapat mungkin menjadi alasannya
karena apalah arti aku berteriak, kalau teriakan yang aku keluarkan sama halnya dengan teriakan semu yang biasa aku teriakkan disini, di dalam, jauh terdalam
kini, aku tahu apa yang harus aku lakukan
aku akan berlarian mengelilingi alam
memandang langit luas
menanti hujan disaat mendung mulai menggelap
mengkamuflasekan tangisku dalam air hujan yang turun begitu deras
kini juga, aku tahu bahwa teriakan yang akan ku buat nanti takkan beda dari teriakan semu yang biasa aku lakukan

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...