TERIAKAN
SEMU
Hatiku
berteriak, tak terpecahkan
Kerasnya gemuruh
batin
Meruntuhkan
segalanya
Segalanya
yang tak tersentuh
Bahkan mereka,
takkan
pernah sanggup memberdayakan telinganya untuk mendengar semua tentang perasaan
ini
ketika
perlahan aku mencoba untuk membuka sebuah pintu
pintu
usang,
rapuh,
namun
terlalu kuat untuk aku seorang diri menghancurkannya
aku
mencoba mengerahkan segala tenagaku
di dalam
sana, aku ingin mengeluarkan sesuatu yang entah apa,
hal yang
sesungguhnya tak pernah aku tahu
namun
terlalu cukup untuk menggangguku
pada
akhirnya, aku benar-benar sendiri
ku biarkan
sesuatu di dalam sana bersembunyi memenuhi ruang itu
mungkin
memang disanalah
atau
mungkin memang beginilah keadaannya
hingga aku
berpikir,
mungkin
inilah salah satu alasan mereka menutup dirinya
disaat
sesuatu yang berkejaran untuk keluar dari benaknya, membuncah,
namun
mereka tak punya tempat untuk melepas semuanya
mereka tak
punya media bergerak yang diharapkan
alhasil,
semua itu kembali terpendam dalam hati
menutup
diri rapat, bahkan sangat rapat mungkin menjadi alasannya
karena
apalah arti aku berteriak, kalau teriakan yang aku keluarkan sama halnya dengan
teriakan semu yang biasa aku teriakkan disini, di dalam, jauh terdalam
kini, aku
tahu apa yang harus aku lakukan
aku akan
berlarian mengelilingi alam
memandang
langit luas
menanti
hujan disaat mendung mulai menggelap
mengkamuflasekan
tangisku dalam air hujan yang turun begitu deras
kini juga,
aku tahu bahwa teriakan yang akan ku buat nanti takkan beda dari teriakan semu
yang biasa aku lakukan
Komentar