LUKA
semalam…
ku biarkan wajahku tertahan
menatap langit
ku pejamkan mata di tengah
derasnya hujan yang membasahi malam kala itu
ku biarkan wajahku menjadi muara
setiap butir air hujan yang jatuh bersamaan
memudarkan segala luka yang
tertanam
yang tak pernah dia tahui, bahkan
mereka
bersama desah angin yang tertiup membawaku
melayang
yang kian menerpa gersangnya jiwa
merasuk ke dalam setiap pori-pori
tubuh
tak ada suara yang mengalun di
telingaku
kecuali suara rintik hujan serta
desah angin yang menyejukkan
biar… biar mereka berucap sesuka
hati
tentang semua luka yang sedang ku
usahakan untuk ku cabut
sampai akar terdalam, tentu
sendiri? Aku tak masalah
karena sesungguhnya aku tak pernah
sendiri
izinkan aku gunakan topeng ini
saat aku bersama mereka
topeng yang akan mengkamuflasekan
segala apa yang sebenarnya terjadi
bukan, bukan karena hal lain
melainkan aku tak ingin mereka
ikut merasakan luka yang terlanjur tertanam disini,
di relung jiwa
kini… aku hanya harus melangkah
pasti
karena waktu yang akan menghapus
luka itu
Komentar