Langsung ke konten utama

SEGERA TAMATKAN !


SEGERA TAMATKAN !

      Pagi ini, mendung masih menyelimuti langit. Matahari pun belum juga mau bangun dari singgasananya. Namun, hujan tidak turun seperti hari-hari lalu yang biasanya jalan sudah sangat basah dan tentu menghambat aktivitas manusia-manusia produktif. Mungkin memang belum waktunya saja hujan turun, mungkin nanti siang atau nanti nanti nanti.
      Alhasil, banjir terjadi dimana-mana. Jakarta, yap Jakarta menjadi kota dengan titik banjir terbanyak. Banjir di beberapa tempat yang ketinggiannya sampai sedada orang dewasa cukup membuat segala lika-liku kehidupan seolah terhenti begitu saja. Lalu, mereka mulai menyalahkan segala hal yang menyebabkan semua ini. Itu sekedar emosi sesaat mereka saja, mereka tengah dihadapi oleh persoalan yang menimpa mereka yang membuat mereka sedikit depresi, sehingga mereka menjadikan segalanya menjadi kambing hitam.
      Sesungguhnya, ini bukan sepenuhnya salah Pemerintah. Ada campur tangan dari diri kita sendiri sebagai penyebab bencana ini. Mungkin saja, alam sudah bosan memberi sinyal-sinyal ketidaknyamanannya terhadap setiap insan yang tak kunjung sadar. Atau mungkin, alam mulai merasa panas dengan semakin menumpuknya gedung-gedung yang hampir menyentuh langit dan tak pernah sekalipun memperhatikan kedamaian alam semesta. Atau bahkan, alam mulai melakukan pemberontakkan atas kemarahannya menyaksikan tingkah manusia yang mulai memudar ketanggungjawabannya, entahlah.
      Berdoa pada Sang Semesta Alam,
Tuhan Yang Maha Pengasih,
Hanya Engkau yang selalu memberikan kami nikmat
Hanya Engkau yang selalu menurunkan anugerah juga untuk kami
Tiada yang memberi selain atas izin Engkau
Maka, tingkatkanlah selalu nikmat dan anugerah untuk kami
Untuk kehidupan kami
Tuhan Yang Maha Penyayang,
Ampunilah segala khilaf yang telah kami lakukan
Kami manusia ciptaanMu yang tak pernah ada sempurnanya
Perbaiki kehidupan kami, Tuhan
Sejahterakanlah kami selalu dalam kehidupan yang kami langkahi
Tuhan Yang Maha Mendengar,
Bisikkanlah nada-nada indahmu di telinga kami
Agar kami senantiasa mampu mendalami keindahan namaMu dalam hati kami
Agar jiwa kami merasakan kedamaianMu, Tuhan
Dan Tuhan Yang Maha Segalanya,
Jadikanlah segala yang Kau turunkan adalah sebuah berkah bagi kami
Jadikanlah segalanya sebuah kenikmatan untuk kami
Jangan Kau jadikan semua berkah ini menjadi bencana untuk kami, Tuhan
Ampuni kami yang mungkin hanya mengingatMu hanya dalam momentum seperti ini
Kami tahu, kami sadar semua ini adalah reaksi yang dari aksi yang kami timbun di tiap langkah kami
Yang tak pernah memikirkan sekitar
Yang selalu mendahulukan materi
Ampuni kami, Tuhan
Selesaikan badai ini
Kembalikan kehidupan bahagia kami, Tuhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...