melintasi
waktu berlari mengejar kejora
sendu
menatap angan, hadirkan cerita lalu yang tak jua bersemai
takdir
satukan kembali dalam sebuah alur berwarna abu-abu
merindumu
yang tak tersentuh
menikmati
setiap gelombang deraian kasihnya
meluluhlantakkan
hati yang sudah tertata rapi
aku tak
kuasa mengumpulkan kembali serpihan nyawa yang kini berserakkan
dalam
detik kedua, nyatanya aku tetap sama
aku tetap
merindumu sebagai objek yang takkan pernah tersentuh, mungkin selamanya
namun
keindahan itu masih bisa aku rasakan hingga memasuki detik waktu selanjutnya
kehangatan
itu tetap aku rindukan, meski aku tak berharap warna abu-abu lagi yang
tergoreskan
terkadang,
aku lelah merindunya sebagai sesuatu yang hanya dengan hati maka itu terasa ada
bahkan
teramat lelah karena apa yang aku harapkan selama ini sesungguhnya hampa yang
kehangatannya tak jua lenyap bersama bayangannya
dan
ketika semuanya terjadi, aku hanya bisa beristirahat dan berselimut dalam doa
terindah
Komentar