sejak awal aku menghirup nafas
kehidupan, sejak saat itu pula sebenarnya Tuhan telah mengingatkan aku bahwa
dalam kehidupan tidak akan selamanya bersinar terang. Aku pernah merasakan
redupnya cahaya, dan kini aku percaya bahwa Dia tidak akan pernah berdusta.
Ketika aku dianggap hampa yang padahal aku jelas nyata, ketika mereka
menjejeriku dengan butiran-butiran pasir, saat itulah cahayaku meredup, sekuat
batin serta lahirku aku berusaha menahan guncangan amarahku. Alhasil, tangisku
tak lagi dapat aku bending, darahku terasa mengalir begitu hebatnya, mencoba
tak menghiraukan apa yang sedang terjadi, mencoba berpura-pura seolah tidak
terjadi sesuatu apapun. Aku coba yakinkan hati, bahwa Tuhan akan selalu
memelukku saat air mataku berisikan asmaNya, tangan malaikat-malaikat yang
dikirimkanNya selalu untukku memegang erat tanganku, memeluk erat tubuhku, dan
membasuh lembut bahuku, seolah memadamkan api dalam darah yang kian membakar
dan aku percaya, saat dunia
memusuhiku, pasti masih ada mereka yang akan selalu mengangkatku dan membawaku
ke dalam ruang teduh mendamaikan
Komentar